✍️ KH. Luthfi Bashori
SABDA RASULULLAH SAW:
تكونُ دعاةٌ على أبوابِ جهنمَ ، مَنْ أجابَهم إليها قذفوه فيها ، هم قومٌ مِنْ جِلْدَتِنا ، يَتَكَلَّمُونَ بألسنتِنا ، فالزمَ جماعَةَ المسلمينَ وإمامَهم ، فإِنْ لم تَكُنْ جماعَةٌ ولَا إمامٌ فاعتزِلْ تِلْكَ الفِرَقَ كُلَّها ، ولَو أنْ تَعَضَّ بأصلِ شجَرَةٍ حتى يُدْرِكَكَ الموتُ وأنتَ كذلِكَ
“Akan ada para penyeru di pintu-pintu Jahannam; siapa yang mengikuti mereka, mereka akan melemparkannya ke dalamnya. Mereka adalah kaum dari kulit kita sendiri dan berbicara dengan bahasa kita.”
Lalu aku (Shahabat Hudzaifah) bertanya: “Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemui keadaan itu?”
Nabi ﷺ bersabda:
“Tetaplah bersama jamaah kaum Muslimin dan imam mereka.”
Aku bertanya: “Jika tidak ada jamaah dan tidak ada imam?”
Beliau bersabda:
“Maka jauhilah semua kelompok-kelompok itu, walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai kematian menjemputmu dalam keadaan seperti itu.”
Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dari shahabat Hudhayfah ibn al-Yaman yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang fitnah di akhir zaman.







