Kisah Ulama Besar Mekkah Akui Karomah Abuya Sayyid Muhammad Alawi Sejak Usia Dini

Kisah Ulama Besar Mekkah Akui Karomah Abuya Sayyid Muhammad Alawi Sejak Usia Dini

“Saya memiliki firasat baik pada anakmu ini. Kelak ia akan menjadi orang besar. Bahkan, ia akan mengunggulimu dalam segala hal, baik dalam urusan ilmu, harta, tahta, maupun martabat,” ungkap Syekh Hasan.

MAKKAH – Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dikenal luas sebagai salah satu ulama besar Makkah yang menjadi rujukan umat Islam dunia sepanjang hayatnya.

Sosoknya yang sejuk, tenang, dan penuh kasih sayang membuat para santri dari berbagai penjuru negara Islam—termasuk Indonesia—merasa sangat dekat dengan beliau.

Di balik kharisma besarnya saat dewasa, tanda-tanda keistimewaan dan karomah Abuya ternyata sudah diakui oleh para ulama kasyaf sejak beliau masih kanak-kanak.

Kisah masa kecil yang penuh isyarat langit ini tertuang dalam kitab Al-Ijaz Fi Karomati Ahli al-Hijaz karya Al-Habib Mustofa bin Husein al-Jufri. Abuya Sayyid Muhammad Alawi pernah menceritakan langsung momen bersejarah saat beliau diajak oleh ayahandanya, Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki, untuk bersilaturahmi ke kediaman sang guru, Syekh Hasan Sa’id Yamani, di kampung Ajyad, Makkah al-Mukarromah.

Rekaman Memori di Majelis Ilmu.

Sesampainya di sana, dua ulama besar tersebut langsung terlibat dalam diskusi keilmuan yang mendalam, sebagaimana tradisi para ahli ilmu. Di sudut ruangan, Sayyid Muhammad Alawi yang saat itu masih berusia sangat muda duduk dengan takzim.
Beliau hanya mendengarkan jalannya perdebatan ilmiah tersebut, merekam setiap argumen ke dalam memorinya yang kuat, tanpa menyela atau memberikan komentar sedikit pun.

Di sela-sela diskusi yang hangat, tatapan mata Syekh Hasan Sa’id Yamani tiba-tiba tertuju tajam kepada Sayyid Muhammad kecil. Pandangan itu bukan pandangan biasa, melainkan tatapan batin (kasyaf) yang menembus dimensi waktu masa depan.

“Wahai Sayyid Alawi, saya ingin menyampaikan sesuatu padamu, tetapi kamu jangan marah,” ujar Syekh Hasan memecah suasana.

Mendengar permintaan sang guru, Sayyid Alawi sempat penasaran, “Tentang apa, wahai Syekh?”

“Tentang putramu, Muhammad ini,” jawab Syekh Hasan singkat.

Sayyid Alawi pun menjawab dengan penuh hormat, “Jika tentang itu, katakanlah apa yang ingin engkau katakan mengenai dirinya, dan aku tidak akan marah.”

Firasat Wali: Mengungguli Sang Ayah dalam Segala Hal.

Dengan keyakinan batin yang kuat, Syekh Hasan Sa’id Yamani kemudian menyampaikan nubuat dan firasat baiknya tentang masa depan bocah di hadapan mereka.

“Saya memiliki firasat baik pada anakmu ini. Kelak ia akan menjadi orang besar. Bahkan, ia akan mengunggulimu dalam segala hal, baik dalam urusan ilmu, harta, tahta, maupun martabat,” ungkap Syekh Hasan.

Mendengar kabar tersebut, Sayyid Alawi sama sekali tidak merasa tersinggung atau tersaingi oleh darah dagingnya sendiri. Sebaliknya, wajah beliau langsung dihiasi senyuman bahagia. Beliau tahu persis bahwa ucapan tersebut bukan sekadar pujian kosong, melainkan isyarat yang keluar dari lisan mulia seorang alim dan waliyullah yang jernih batinnya.

Sayyid Alawi kemudian mengamini draf masa depan putranya tersebut dengan penuh harap, “Insya Allah, apa yang engkau katakan itu betul-betul akan terjadi wahai Syekh, dan memang itu yang aku harapkan dari anakku ini.”

Bukti Sejarah yang Menjadi Nyata
Firasat emas Syekh Hasan Sa’id Yamani akhirnya terbukti menjadi kenyataan sejarah. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki tumbuh menjadi singa podium, penulis produktif puluhan kitab rujukan, dan benteng rujukan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah di tanah suci Makkah.

Karomah batin yang tampak sejak kecil itu kini mewujud dalam jutaan murid dan pencintanya yang tersebar di seluruh dunia, termasuk ribuan pesantren di Indonesia yang berkiblat pada sanad keilmuan beliau.

Sumber:

  1. Kitab Al-Ijaz Fi Karomati Ahli al-Hijaz – Al-Habib Mustofa bin Husein al-Jufri
  2. Cerita langsung Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
    By. Kisah Kramat Wali Wali Allah

Kisah Keramat Wali Wali Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *