Gus Fuad, saya tidak begitu mengenal kepribadiannya. Dari penyematan ‘Gus’ yang ia pakai, bisa jadi juga ia terpelajar. Semoga.
Tapi, ada yang mengganggu pikiran dan jiwaku saat Anda memilih menggunakan kosa kata yang justru tidak memberikan validasi bahwa Anda layak di panggil ‘Gus’.
Entah apa yang ada dipikiranmu ketika menyematkan nama binatang pada sosok yang kami anggap Guru mulia di Sulawesi Tengah.
Gus Fuad, siapapun Anda, bagaimanapun latar belakang keilmuanmu, silsilahmu, Anda sudah berlaku tak adil sejak dalam pikiranmu.
Gus, tak mengapa jika Anda tidak setuju pada usulan nama Guru kami Habib Idrus Bin Salim Aljufri dinobatkan sebagai pahlawan Nasional di Republik ini. Demi Tuhan, tak mengapa.
Saya atau bahkan seluruh Abnaul Khairaat yang mencintai Guru Tua hanya menolak Anda menyematkan nama binatang kepada Gurunda kami Habib Idrus Bin Salim Aljufri. Apalagi Anda melabelinya sebagai seorang pengkhianat. Itu benar-benar melukai kami semua.
Gus Fuad, Anda mungkin belum tahu berapa jumlah Madrasah yang sudah dibangun Habib Idrus di Sulawesi Tengah?
Gus, Alkhairaat sudah punya 1.550.000 unit Sekolah dan Madrasah dan 36 unit Pondok Pesantren tersebar di beberapa wilayah Republik Indonesia.
Gus, Anda mungkin belum tahu kalau semasa hidup, Gurunda kami Habib Idrus sudah bangun sekolah dan madrasah sampai 420 cabang. Lebih besar dari jumlah cabang taman siswanya Ki Hajar Dewantara.
Gus mungkin juga belum baca, bagaimana Gurunda kami Habib Idrus menentang Kolonial Inggris di Yaman Hadramaut lalu diasingkan, atau kegigihannya menentang kebiadaban Kolonial Belanda di lembah Palu Sulawesi Tengah melalui pendidikan? Apa Gus pernah tahu ini?.
Cobalah untuk tidak malas mencari sumber yang bisa sedikit meringankan anasir buruk Anda terhadap Gurunda Kami Gus. Bukankah tabayyun itu jadi rujukan kita bersama?
Gus, jikalau hanya penobatan gelar pahlawan itu membuat Anda merasa pantas menghardik Gurunda kami dengan umpatan buruk, ambil saja gelar itu Gus. Demi Tuhan kami tak mengapa.
Tanpa itu semua, Habib Idrus Bin Salim Aljufri sudah menjadi pahlawan di hati dan ingatan kami.
Gus, kamu hanya butuh waktu sejam—-dua jam untuk mengenal siapa Habib Idrus Bin Salim Aljufri bagi kami di Sulawesi Tengah, tidak banyak. Dengan begitu, Kamu jadi lebih mengerti mengapa kami terluka atas ucapanmu.
Abnaul Khairaat Sulawesi Tengah.
Abnaul Khairaat Sulteng Kecam Fuad Plered yang Menghina Guru Tua
