Dalil Larangan Air Musta’mal Dipergunakan Kembali Untuk Bersuci

Konsultasi Agama Bersama KH. Luthfi Bashori

Bacaan Lainnya

Penanya :

Yth Pak Kiyai, Apa ada dalil nya, bahwa air yg sudah dipakai berwudhu’/musta’mal, tak boleh untuk berwudhu’?

Jawaban :

Imam Abdul Wahab asy-Syaโ€™rani dalam kitabnya mengatakan bahwa tujuan bersuci adalah untuk membersihkan badan. Maka tidak masuk akal jika membersihkan badan menggunakan air yang sudah rusak dan busuk (mustaโ€™mal).

ู„ุทู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู ู…ูŽุง ุดูุฑูุนูŽุชู’ ุงูู„ู‘ูŽุง ู„ูุชูŽุฒูŽูŠู‘ูุฏู ุฃูŽุนู’ุถูŽุงุกู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู†ูŽุธูŽุงููŽุฉู‹ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู‹ุง ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ูˆูŽุจูŽุงุทูู†ู‹ุงุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฎูŽุฑู‘ูŽุชู’ ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฒููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ุถูŽุงุกูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฐููŠู’ุฑู‹ุง ุชูŽุจู’ุนู‹ุง ู„ูุชู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽุชููŠ ุฎูŽุฑู‘ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู

Artinya, โ€œBersuci tidak disyariatkan kecuali untuk menambah bersih dan baiknya anggota badan seorang hamba, baik secara lahir maupun batin. Sedangkan air yang sudah bercampur dengan kesalahan-kesalahan di dalamnya, tidak bisa menambah kecuali semakin kotor, karena mengikuti campuran kotoran-kotoran yang di dalam air.โ€ (Asy-Syaโ€™rani, Al-Mizanul Kubra As-Syaโ€™raniyah, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 2005], juz I, halaman 130).

Di dalam kitab Kifayatul Akhyar disebutkan :

ูƒุงู† ุงุตุญุงุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูู… ู…ูŽุนูŽ ุดุฏูŽู‘ุฉ ุงุนุชู†ุงุฆู‡ู… ุจูุงู„ุฏู‘ูŠู†ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠุฌู…ุนูˆู†ู‡ ู„ูŠุชูˆุถุคูˆุง ุจูู‡ู ุซูŽุงู†ููŠู‹ุง ูˆูŽู„ูŽูˆ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒ ุณุงุฆุบุงู‹ ู„ูุนู„ูˆู‡

โ€œKarena para sahabat Nabi ; bersamaan dengan sikap mereka yang sangat menjaga ajaran agama ternyata mereka tidak mengumpulkan air mustaโ€™mal tersebut untuk wudhu yang ke dua. Seandainya hal itu boleh pasti mereka melakukannya โ€ฆโ€

Di dalam kitab Al-Iqnaโ€™ Fi Halli Alfazhi Abi Syujaโ€™ juga disebutkan :

ุฃู…ุง ุฏูŽู„ููŠู„ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ ุบูŠุฑ ู…ุทู‡ุฑ ู„ุบูŠุฑู‡ ููŽู„ูุฃูŽู† ุงู„ุณู‘ู„ู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ุญ ูƒูŽุงู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽ ู‚ู„ูŽู‘ุฉ ู…ููŠูŽุงู‡ู‡ู…ู’ ู„ู… ูŠุฌู…ุนูˆุง โ€Œุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุนู’ู…ู„ ู„ู„ุงุณุชุนู…ุงู„ ุซูŽุงู†ููŠู‹ุง ุจู„ ุงู†ุชู‚ู„ูˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ูŠูŽู…ูู‘ู…

โ€œAdapun dalil bahwa air mustaโ€™mal tidak bisa digunakan untuk bersuci adalah karena para salafus shalih mereka tidak mengumpulkan air mustaโ€™mal untuk bersuci yang ke dua di saat persediaan air sediki. Akan tetapi ketika tidak ada air mereka tayamum โ€ฆโ€

Maksudnya para sahabat Nabi Muhammad pasti memahami bahwa dalam menggunakan air tidak boleh boros. Akan tetapi mereka membuang begitu saja air mustaโ€™mal. Hal ini diketahui oleh Nabi dan tidak ada pengingkaran dari Nabi. Ini membuktikan bahwa air mustaโ€™mal tidak bisa lagi digunakan untuk bersuci.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *