Gus Aam Wahib Wahab: KEMBALIKAN NU KE PERJUANGAN ASHABUL HAQ WAL ADL

Gus Aam Wahib Wahab

Putra Almaghfurlah

KHM Wahib Wahab



Mantan Ketua GP Anshor

Pertama,

Mantan Komandan Hizbullah Jatim,



Di era Presiden Ir Soekarno

menjabat sebagai :

Menteri Urusan Sipil Militer

Menteri Penghubung Alim Ulama

Menteri Agama RI

Dan



Di era Presiden Soeharto

menjabat sebagai

Anggota DPR- RI



Cucu,

KH Wahab Chasbullah

Inisiator, pendiri dan penggerak Jam’iyah Nahdlatul Ulama

dan Pahlawan Nasional



Sangat sedih dan prihatin melihat situasi dan kondisi PBNU yg dipimpin oleh pengurus PBNU saat ini.

nampak jelas melanggar, merusak prinsip dan pedoman dalam mengurus

& membesarkan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Yang dampaknya sangat fatal,

banyak kyai, gus, habaib, warga nahdliyin

dan orang orang yang

peduli&sayang kepada NU

sakit hatinya,

malu menjadi warga NU,

tidak percaya lagi kepada NU,

sangat kecewa dengan

kebijakan kebijakan pimpinan PBNU

selama hampir 5 tahun ini

tidak pro kepada kepentingan umat.

tidak memperjuangkan

kemaslahatan, dan kesejahteraan seluruh umat.

Bacaan Lainnya

Seharusnya pengurus NU di semua level/tingkatan, dan warga nahdliyin merasa senang, bahagia dan merupakan suatu kebanggaan, kehormatan menjadi orang NU

Karena Jam’iyah NU telah melahirkan para Pendiri Bangsa, Pahlawan Nasional, pejabat negara, mulai dari Presiden, Wapres, Menteri Menteri, Gubernur sampai dengan Purnawirawan TNI

yang telah berjasa bagi Republik ini.

Yang Seharusnya menjadi panutan, diikuti, diteladani jejak langkah para pemimpin Jam’iyah NU yg berjuang mengurus

dan membesarkan Jam’iyah NU dengan hati, pikiran, tenaga, hartanya.

Demi,

menyelamatkan NU,

mengembalikan

marwah dan martabat PBNU / Jam’iyah NU



Kami Dzuriyah, Kyai, Gus Habaib & warga nahdliyin yang peduli dan sayang kepada Jam’iyah NU, 

ingin mengusulkan

7 point penting dan utama

di muktamar NU ke 35 bulan Agustus 2026

diantaranya :

1 Kembalikan NU kepada

   visi dan misi perjuangan

   Ashabul Haq Wal Adl

   Hal ini sesuai pondasi

   NU,

   Sesungguhnya Jam’iyah

   NU adalah :

   suatu organisasi yang

   berdiri diatas :

  ” Landasan Kebenaran

   dan Keadilan “.

   memperjuangkan

   kebaikan& kemaslahatan

   bagi seluruh umat.”

   Jadi perspektif,

   para ulama pendiri NU

   NU adalah Jam’iyah/

   organisasi yang berdiri

   tegak diatas landasan/

   pondasi Ashabul Haq

   Wal Adl.

   Dalam bahasa Al Qur’an

   ditegaskan :

   “Kuunuu qowammina

   lillaahi syuhadaa-a bil

   qisthi “



   Sehingga gerak dan

   langkah NU,

   senantiasa merujuk

   pada kewajiban :

   amar ma’ruf nahi munkar

   Menyeru kepada

   kebaikan dan menolak

   kemungkaran, dalam

   kerangka memperjuang

   kan kemaslahatan dan

   kesejahteraan seluruh

   umat.Gerak dan langkah

   tersebut tentu harus

   dilakukan dengan

   cerminan perilaku.

   At Tawasuth,

   sikap moderat.

   Al -I’tidal,

   berlaku adil.

   At Tawazun,

   berimbang.

   At Tasamuh

   toleran.

   Dan semua perilaku

   tersebut didasarkan atau

   merujuk pada kutubus

   salaf.



2 Kembalikan NU

   ke Khitthah 1926.

   Seharusnya Khitthah

   dimaknai sesuai konsep

   dasar Khitthah 1926.

   ” Khitthah adalah :  

   landasan berpikir, 

   bersikap dan bertindak 

   warga nahldiyin yang

   harus dicerminkan dalam

   tingkah laku perseorang 

   an maupun organisasi

   serta dalam setiap

   pengambilan keputusan.

   Landasan dimaksud  

   adalah :

   Ahlus Sunnah wal 

  Jama’ah / Aswaja

  yang bersumber dari :

  Al Qur’an, As Sunnah,

  Al Ij’ma, dan Al Qiyas.

  Dalam ber NU Khitthah 

  atau landasan tersebut

  dipahami sebagai satu 

  kesatuan dari tiga unsur

  Muqaddimah/Qonun 

  Asasi

  Nawasila dan AD / ART.

  secara prinsip Khitthah,

  diusung dengan Khitthah 

  NU dalam butir 8 naskah

  resmi Khitthah NU.

3 Kembalikan NU kepada

   konsep awal para ulama

   mendirikan NU,

   sebagai representasi

   perkumpulan manusia

   yang hanya takut kepada

   Allah SWT.

   Oleh karena itu

   untuk menggambarkan

   aktifitas dalam ber-NU

   adalah :

  ” Mengabdi/Berkhidmah “

   Semua gerak pikiran,

   sikap dan tindakan

   dalam rangka mengurus

   dan membesarkan NU.

   haruslah diniatkan

   Ibadah,

    Li I’laa-i kalimatilah

    al-lati hiya ul’ya.

   bukan untuk kepentingan

   lainnya apalagi untuk

   kepentingan prakmatis :

   materi, kekuasaan,

   jabatan dan lain lain

   yang bersifat duniawi.



4 Kembalikan pemilihan

   Rais Aam dan Ketum

   dengan sistim AHWA

   demi mencegah  

   terjadinya Risywah.


  

5 Kriteria Calon Rais Aam

   dan Ketum

   harus memenuhi

   persyaratan, ketentuan

   yg disepakati bersama

   antara :

   Dzuriyah, Masyayikh dan

   Pengurus PBNU.



6 PBNU harus membentuk

   Lembaga / Dewan Etik

   yang terdiri dari :

   Dzuriyah, Masyayikh dan

   tokoh2 NU tugas utama :

   mengingatkan,

   menasehati,

   dan mengawasi

   tugas & tanggung jawab

   Rais Aam dan Ketum

.

   Intinya supaya jangan 

   sampai melenceng dan

   melanggar, merusak 

   prinsip, pedoman,

   ketentuan, dan aturan

   PBNU.

7 Perombakan dan

   Pembentukan struktur  

   Lembaga baru di PBNU,

   Pembentukan lembaga

   baru yang disesuaikan

. dengan kebutuhan PBNU

   masyarakat/warga  

   nahdliyin & kementerian

   yg ada di pemerintahan,

   demi membesarkan &

   memperluas jangkauan

   PBNU ke berbagai

   bidang /cakupan baru,

   yang sangat membutuh

   kan sentuhan Ahlus

   Sunnah wal Jama’ah /

   Aswaja.

   Semata mata demi

   memperluas spektrum 

   Syiar Ahlus Sunnah wal

   Jama’ah Aswaja

   ke seluruh dunia.

faktakini

Pos terkait