Hukum Membakar Buku Aliran Sesat

HUKUM MEMBAKAR BUKU SESAT, RASULULLAH & SY. UMAR YANG MENCONTOHKANNYA

✍️KH. Luthfi Bashori

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما:
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَقَرَأَهُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَغَضِبَ وَقَالَ:
«أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ، أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي»

قال المروذي: قلتُ لأبي عبدِ الله (يعني أحمد بن حنبل):
استعرتُ كتابًا فيه أشياءُ رديئةٌ، ترى أن أخرقه أو أحرِقه؟
فقال: نعم، قد رأى النبي ﷺ مع عمر بن الخطاب كتابًا من التوراة، فغضب، فانطلق عمر إلى التنور فألقاه فيه.

Dari Shahabat Jabir bin Abdullah RA: Bahwa Sayyidina Umar bin Khattab datang kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan membawa sebuah kitab yang beliau dapatkan dari sebagian Ahli Kitab, lalu beliau membacanya di hadapan Nabi ﷺ. Maka Nabi ﷺ marah dan bersabda: “Apakah kalian menjadi bingung (ragu-ragu) dalam urusan agama, wahai Ibnul Khattab? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan (agama) yang putih bersih. Janganlah kalian bertanya kepada mereka (Ahli Kitab) tentang sesuatu, karena bisa jadi mereka memberitahu kalian sesuatu yang benar lalu kalian mendustakannya, atau (sebaliknya) mereka memberitahu sesuatu yang batil lalu kalian membenarkannya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa masih hidup, niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” (HR. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal).

Al-Marudzi berkata: Aku bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal: “Aku meminjam sebuah buku yang berisi hal-hal buruk, menurutmu apakah aku merobeknya atau membakarnya?”
Beliau menjawab: “Ya.
Nabi ﷺ pernah melihat bersama Sayyidina Umar bin Khattab sebuah kitab dari Taurat, lalu beliau marah. Maka Sayyidina Umar pergi ke tungku lalu melemparkannya ke dalamnya (membakarnya).”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *