JANGAN BERHARAP DAPAT MENYAKSIKAN TERJADINYA HARI KIAMAT, APALAGI DENGAN BERBANGGA

KH. Luthfi Bashori

Saat ini, banyak konten kreator di medsos yang menyajikan ramalan-ramalan tentang kapan datangnya hari Kiamat.

Bahkan ada juga konten yang menampakkan kebahagiaan saat ramalannya merasa tepat, semisal dengan upaya mencocok-cocokkan satu peristiwa kepada peristiwa lainnya, lantas mengatakan:
“PASTI KEJADIAN INI MENJADI TANDA SUDAH DATANG HARI KIAMAT YANG DIJANJIKAN.”

Contoh lain, tatkala ada orang yang menemukan hewan ‘aneh’ bagi dirinya, karena ia belum pernah melihat hewan tersebut sebelumnya, maka dengan serta merta ia mengatakan:
“INI DIA HEWAN ANEH (DABBAH) TELAH MUNCUL SEBAGAI TANDA KIAMAT TELAH TIBA.”

Termasuk kejadian perang Iran vs Israel/USA juga tidak luput diramal sebagai peperangan Almalhamah Alkubra (Armagedon), perang akhir zaman.

Konten-konten tersebut tidak menyadari, bahwa kelak orang yang dapat melihat kejadian datangnya hari Kiamat itu, pertanda dirinya termasuk manusia yang palik buruk, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

إِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ.
“Sesungguhnya termasuk seburuk-buruk manusia adalah orang-orang yang Kiamat datang kepada mereka dalam keadaan mereka masih hidup.” (HR. Ahmad & Ibnu Hibban).

Artinya para konten kreator tersebut seakan-akan ingin menjadi golongan MANUSIA TERBURUK dalam sejarah kehidupan manusia.

Sangat berbeda respon, tatkala Rasulullah ﷺ ditanya oleh seorang shahabat tentang hari Kiamat:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: مَتَى السَّاعَةُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟

Dari Anas ibn Malik RA, beliau berkata, seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Kapan Hari Kiamat?” Rasulullah ﷺ menjawab:
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Jadi, menghadapi datangnya hari Kiamat dengan memperbaiki kualitas ibadahnya itu, jauh lebih diperintahkan daripada bercita-cita untuk dapat menyaksikan kejadian hari Kiamat, karena kaum yang dapat menyaksikan kejadian hari Kiamat itu tergolong manusia yang terburuk sepanjang masa.