✍️KH. Luthfi Bashori
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا خَافَ اللَّهَ العَبْدُ أَخَافَ اللَّهُ مِنْهُ كُلَّ شَيْءٍ وَإِذَا لَمْ يَخَف العَبْدُ اللَّهَ أَخَافَ اللَّهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ – (العقيلي)
Jika seorang hamba itu takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Dan jika seorang hamba tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikan ia takut kepada segala sesuatu. (HR. Al-Uqailiy).
Seorang Kyai yang hidupnya merasa takut melanggar larangan Allah, hingga selalu berusaha untuk tidak pernah bermaksiat kepada-Nya, maka secara otomatis Allah akan memberinya sifat kewibawaan yang tinggi, hingga semua orang akan merasa segan bahkan nyaris takut jika akan bertemu dengan sang Kyai.
Ketakutan kebanyakan orang lain untuk bertemu dengan sang Kyai itu bukan seperti gambaran ketakutan seseorang kepada gangguan hantu, namun mereka merasa takut dan khawatir berbuat salah di depan sang Kyai. Karena sang Kyai itu pasti akan menegurnya sesuai ajaran Rasulullah SAW:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فَبِقَلبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإيْمَانِ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
”Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya dia ubah dengan tangannya (kekuasaannya). Kalau dia tidak mampu hendaknya dia ubah dengan lisannya dan kalau dia tidak mampu hendaknya dia ingkari dengan hatinya. Dan inilah selemah–lemahnya iman.” (HR. Muslim).
Kyai yang berani berkata benar dan selalu melarang kemungkaran, adalah Kyai yang keimanannya sangat kuat kepada Allah. Karena orang yang berani mencegah dan melarang kemungkaran itu resikonya jauh lebih tinggi dibanding orang yang hanya sekedar mengajak kepada kebaikan.
Semakin kuat keimanan sang Kyai, maka akan semakin keras dan tegas pula untuk membela kebenaran Islam serta memerangi kemungkaran hingga kekafiran.
Kyai yang berani memberantas kemungkaran di tengah masyarakat, maka ia akan banyak mendapat permusuhan dari para pelaku kemaksiatan dan kekafiran.
Sedangkan para pelaku kemaksiatan serta kekafiran itulah yang hakikatnya adalah orang-orang bodoh terhadap ajaran serta pelaksanaan ajaran agama Islam. Semakin bodoh akal seseorang itu, akan semakin parah pula tingkat kemaksiatan dan kekafirannya
Sedangkan, Kyai yang berani dan selalu eksis dalam ber-nahi mungkar dengan berbagai macam cara yang ditempuh di tengah masyarakat, maka Allah akan memberinya sifat kharisma, kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kewibawaan.
Maka dari sifat kewibawaan pemberian Allah kepada sang Kyai inilah yang menyebabkan para kolega menjadi segan dan para musuh menjadi takut, kecuali sifat arogan yang datang dari kalangan orang-orang bodoh yang tidak berakal.
KYAI YANG DITAKUTI OLEH SEMUA PIHAK KECUALI ORANG BODOH







