MENGENAL KESESATAN SYI’AH, DEMI KEWASPADAAN UMAT

Konsultasi Agama Bersama KH. Luthfi Bashori.

PENANYA :
Kyai, pesan Ali Khemene-i agar warga Iran tidak boleh mencaci para shahabat Nabi, apa berarti Syiah sudah benar, sudah tidak sesat lagi ?

JAWABAN :
Tentang kesesatan Syiah itu, tidak SESEDERHANA apa yang diucapkan oleh Ali Khemene-i tersebut, tapi kesesatannya itu cukup komplek.

Sebagai contoh kecil, sbb:

1️⃣ Imamah kepemimpinan umat/kepala negara diyakini sebagai Rukun Agama

Syiah Imamiyah meyakini:
Imamah adalah pokok agama (Usul ad-din).

Imam (Pimpinan Tertinggi Umat) ditentukan nash ilahi (Firman Allah), bukan dari hasil ijtihad umat.

Iman seseorang itu tidak sah tanpa meyakini kebenaran Imam yang ditunjuk oleh Allah.

* Kesalahannya:

Al-Qur’an dan Sunnah tidak pernah menjadikan imamah sebagai Rukun Iman.

Para shahabat tidak berselisih dalam akidah, hanya berbeda pendapat dalam urusan politik.

2️⃣ Keyakinan Kemaksuman Imam.

Syiah meyakini para Imam itu Ma‘shum dari dosa dan kesalahan.

Imam Syiah itu derajatnya lebih utama dari para shahabat Nabi SAW.

Ucapan imam Syiah itu dijadikan ajaran agama yang setara dengan sabda Nabi Muhammad SAW.

– Kesalahan fatal menurut Islam:

Kemaksuman itu hanya diberikan kepada para Nabi. Syiah mengangkat kedudukan imam itu setara atau melebihi Nabi, ini adalah kultus dan ghuluw (ekstrem) yang pasti sesat.

3️⃣ Mencela dan Mengkafirkan para Shahabat Nabi.

Dalam literatur rukukan kaum Syiah:

Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dituduh dzalim, bahkan dihukumi kafir. Mayoritas shahabat dianggap telah murtad.

Ini termasuk kesesatan yang besar, karena Al-Qur’an itu memuji para shahabat secara tegas.

Mencela shahabat itu berarti merusak transmisi Al-Qur’an dan Sunnah

– Allah berfirman yang artinya:
“Allah ridha kepada mereka (para Shahabat) dan mereka ridha kepada-Nya” (QS. At-Taubah: 100).

4️⃣ Keyakinan Tahrif (adanya perubahan) pada Al-Qur’an

Dalam sebagian kitab klasik Syiah ssperti Alkaafi & Fashlul Khithab, disebutkan:

Al-Qur’an milik umat Islam yang ada ini, ayatnya telah banyak dikurangi. Jadi sudah tidak asli lagi.

Terumata ayat tentang kemuliaan dan keutamaan Sayyida Ali, telah dihilangkan dari Al-Quran.

Keyakinan Syiah ini, termasuk kekufuran menurut ijma’ para ulama. Karena Al-Qur’an itu dijaga Allah hingga kiamat (QS. Al-Hijr: 9).

– (Catatan: Syiah kontemporer sering mengingkari tuduhan ini, tapi kitab klasik mereka membuktikannya adanya keyakinan Tahrif Al-Quran).

5️⃣ Raj’ah dan Mahdi Ghaib

Syiah meyakini:
Imam ke-12 ghaib di gua sejak abad 3 H. Akan kembali sebelum datang hari Qiamat, artinya akan hidup kembali (raj’ah) setelah mati.

Padahak tidak ada dalil dari Alquran maupun hadits shahih terkait Raj’ah ini, bahkan bertentangan dengan hadits-hadits Nabi ﷺ.
– Aqidah Raj’ah ini berbasis mitologi, bukan wahyu Allah.

6️⃣ Taqiyah atau kebohongan sebagai Prinsip Agama

Dalam Syiah ada keyakinan Taqiyah, yaitu wajib menyembunyikan akidah demi keselamatan dirinya.

Bahkan disebut “9/10 agama mereka adalah Taqiyah” pada sebagian riwayat mereka

Ini merusak kejujuran agama:

– Islam dibangun di atas shidq (kejujuran).

– Taqiyah hanya rukhsah darurat, bukan prinsip permanen.

Kesimpulan:

Mayoritas ulama menyimpulkan: Syiah Imamiyah Iraniyah adalah sekte sesat dalam akidah.

Sebagian ulama menyebutkan, termasuk bid’ah berat, atau sesat dan menyesatkan, dan sebagian ulama menyebutkan telah kufur (jika meyakini adanya tahrif dalam Qur’an & tetap mencela para shahabat).

Kalangan Awam Syiah bisa dibedakan dari, siapa tokoh ideologi dan kitab rujukannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *