KH. Luthfi Bashori
Di tengah kehidupan masyarakat, apalagi di jaman sekarang, ada dua jenis anak manusia yang sikapnya saling bertentangan. Ada kalangan anak yang dalam kesehariannya itu sering berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. Namun ada pula kalangan anak yang sangat taat dan menghormati kedua orang tuanya.
Rasulullah SAW bersabda : “Tiada seorang pun memandang kepada wajah kedua orang tuanya dengan pandangan yang penuh dengan kasih sayang kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala haji yang diterima lagi mabrur.” (HR. Imam Rifa’i).
Menurut Rasulullah SAW, barang siapa yang memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang penuh dengan rasa kasih sayang, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala, seperti pahala haji mabrur. Tersirat dalam makna hadits ini bahwa berbakti dan menghormati kedua orang tua hukumnya wajib sama dengan kewajiban ibadah haji.
Jadi, beruntunglah orang-orang yang memiliki kedua orang tua masih hidup, hendaklah tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memperbanyak pahala dengan cara yang sangat ringan dan murah, yaitu berusaha menyenangkan kedua orang tuanya, hingga keduanya selalu tersenyum setiap kali bertemu atau memikirkan perilaku mulia anaknya.
