POLITIKUS YANG SUKA INGKAR JANJI

✍️KH. Luthfi Bashori

Para politikus itu banyak yang bermuka dua, mereka termasuk bersifat munafik yang seringkali tidak jujur, serta memakai topeng bermotif kebohongan.

Mereka menampilkan ‘satu wajah’ pada satu waktu dan ‘wajah lain’ pada saat yang lain pula, padahal perilaku seperti ini merupakan pembohongan publik.

Politikus pengingkar janji itu tidak pernah jujur dalam berteman, pekerjaan, atau dalam hubungan kemanusiaan lainnya.

Hampir di setiap era tahun politik, kerap kali bermunculan orang-orang yang bermuka dua. Kata mutiara orang Jawa, “Isuk dele, sore tempe”.

Maksudnya, pagi hari masih berupa kedelai, namun di waktu sorenya sudah berubah menjadi tempe.

Ibaratnya, betapa banyak tokoh-tokoh politik yang menyampaikan statemen-statemen dan janji politik yang ibarat isuk dele sore tempe, demi mengeruk suara masyarakat agar memilih dirinya, tentu dengan janji-janji manis seperti akan membuka 19 juta lapangan pekerjaan.

Namun janji itu pada akhirnya hanyalah tinggal janji tanpa realisasi. Janji politik itu selalu manis, semanis gula hingga selalu ramai dikerumuni semut-semut yang kelaparan.

Sayangnya semut-semut tersebut seringkali tidak menyadari bahwa gula-gula politik itu telah dicampur dengan racun yang dapat mematikan, dan akan membunuh semut-semut kelaparan secara perlahan-lahan.

Sedangkan sang tokoh politik yang kerap bermuka dua itu, akan terus menebar pesona, bahkan bila perlu ia akan menjual negaranya, demi meraup suara rakyat sebanyak-banyaknya untuk persiapan pemilu berikutnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa ketika di dunia bermuka dua, kelak di hari Kiamat ia akan memiliki dua lisan dari api.” (HR. Imam Abu Daud melalui Sayyidina ‘Ammar RA).

Hadits ini mengecam keras terhadap tokoh-tokoh yang bermuka dua atau bersifat munafik. Kelak di hari Kiamat akan dibangkitkan, sedangkan ia memiliki dua lisan yang akan membakar dirinya.

“HEY, ANTEK-ANTEK ASING… !”

Itu dulu, tapi sekarang justru bersinergi dan berangkulan dengan pihak Barat Asing atau Timur Aseng.

‘IRONIS … !!!’

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *