Prof Didin: Tolak Upaya Yahudi Ubah Kurikulum Indonesia

Cendekiawan Muslim Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin MSc menegaskan penolakan terhadap upaya Yahudi dan Amerika Serikat (AS) yang berencana ingin mengubah kurikulum pendidikan di Indonesia.

Pihaknya menolak proyek kampanye Amerika untuk mengubah narasi dunia, termasuk Indonesia, terhadap bangsa Yahudi. Wacana itu sebelumnya disampaikan seorang rabi atau pemuka agama Yahudi yang menjadi Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Urusan Antisemit, Yehuda Kaploun.

Bacaan Lainnya

Menurut Prof Didin, upaya mengintervensi kurikulum nasional harus ditolak. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dijalankan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terlebih jika bertujuan mensekulerkan masyarakat Indonesia.

“Upaya tersebut harus ditolak, pendidikan kita harus kita perkuat karena pendidikan itu sangat penting. Tidak boleh pendidikan itu dilakukan atau diatur oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Prof Didin dalam kajian Ahad pagi (4/1/2026) di Masjid Ibn Khaldun Bogor.

Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) itu menegaskan bahwa pendidikan itu roh kehidupan berbangsa. Karena itu, upaya untuk memasukkan paham menyimpang seperti liberal yang memberikan kebebasan tanpa tanggung jawab harus ditolak.

Ia menjelaskan pentingnya penguatan pendidikan nasional menjadi kunci untuk menjaga nilai-nilai keislaman di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurutnya, pendidikan terbaik dapat meneladani metode Rasulullah SAW, yakni dimulai dengan pengenalan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta pembersihan jiwa melalui proses tazkiyah.

Prof Didin juga mengingatkan adanya berbagai pemahaman yang terus masuk dan berpotensi menghilangkan nilai-nilai keislaman. Ia menilai kelompok-kelompok yang anti-Islam tidak menginginkan Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekuatan umat Muslim dalam berbagai aspek kehidupan.“Orang-orang yang anti Islam itu tidak ingin Indonesia disebut negara yang mayoritas Muslim. Mereka berusaha menghilangkan istilah mayoritas itu, mereka tidak ingin Indonesia itu menjadi negara memiiki kekuatan muslim dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu, pendidikan kita harus kita perkuat agar tetap berakar pada nilai agama dan kebangsaan,” tandasnya.

Seperti diketahui, pernyataan Rabbi Yahudi Amerika Yehuda Kaploun yang ingin mengubah kurikulum Indonesia viral di media sosial baru-baru ini. “Ini bukan tentang sejarah ini tentang pendidikan, Indonesia memiliki 350 juta penduduk Muslim yang tinggal di negara ini, bagaimana kita mengubah buku ajar mereka,” ujarnya.

Kaploun menyampaikan pernyataannya saat interview khusus di acara The Jerusalem Post Washington Conference pada 10 Desember 2025 lalu. Tidak dijelaskan dalam konteks apa Rabbi tersebut ingin mengubah buku ajar Indonesia. Namun jika menilik pernyataannya, secara garis besar ia tak ingin ada ajaran anti-Yahudi, termasuk di kurikulum nasional.

Sumber: suaraislam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *