(Buku: Dialog Sunni-Wahhabi)
KH. Luthfi Bashori
Ternyata Syaikh Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Alfatawal Kubra, merespon positif pelaksanaan Talqin bagi mayit. Tatkala Syaikh Ibnu Taimiyyah ditanya: “Apakah ada hadits shahih dari Nabi atau dari shahabat tentang pelaksanaan talqin bagi mayit yang baru dimakamkan. Jika tidak ada dalilnya, apakah boleh mengamalkannya?”
Syaikh Ibnu Taimiyyah menjawab: “Talqin untuk mayit yang dimaksudkan itu telah diriwayatkan oleh sebagian shahabat, bahwa para shahabat telah memerintahkan umat Islam untuk mengamalkannya.”
Di antara para shahabat tersebut antara lain adalah Shahabat Abu Umamah Albahili, Shahabat Watsilah bin Al-asqa’, dan lain sebagainya.
Adapun pada halaman 296–298, kitab Alfatawal Kubra karangan Syaikh Ibnu Taimiyyah menerangkan:
Bacaan-bacaan Al-Qur’an dan doa-doa saat pemakaman mayit adalah termasuk amalan yang masyru’ah (ada dalilnya jika ditinjau secara global).
Salah satu lafadz Talqin dalam Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Umamah Albahili r.a. sebagai berikut:
“Wahai fulan bin fulanah…” (hingga akhir bacaan Talqin).
… (bagian awal membahas lafadz Talqin dan kandungan syahadat, iman kepada Allah, Rasul-Nya, hari akhir, serta ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai Nabi, dan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup umat Islam).
Ternyata dengan gambaran di atas dapat dipahami, bahwa Talqin mayit itu bukan sekedar hasil ijtihad para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, melainkan salah satu bentuk Sunnah Rasul SAW yang perlu untuk dilestarikan, lebih-lebih di zaman edan seperti sekarang ini yang banyak bermunculan pula orang-orang edan.
Bagaimana tidak edan, lah Sunnah Rasul SAW dikatakan bid’ah sesat. Ajaran para shahabat dituduh keluar dari syariat, bahkan tak jarang menyalahkan orang yang mengamalkan syariat Talqin dengan ejekan:
“Orang sudah mati kok diajak bicara, yaa mayitnya nggak bisa mendengarkan?”
Umat Islam yang berpikiran normal di zaman edan ini, Alhamdulillah masih meyakini bahwa mayit sekalipun di dalam kubur, ternyata masih bisa mendengar suara orang yang masih hidup di atas bumi.
Keyakinan ini dapat tumbuh, tiada lain karena keimanan dan keyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang tidak pernah berbohong dan semua apa yang diucapkan oleh Nabi SAW adalah wahyu ilahi, wahyun yuuhaa (tidaklah ucapan Nabi itu kecuali perintah Allah yang diwahyukan).
Hal itu dikuatkan oleh pendapat Syaik Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di dalam kitabnya, Arruh halaman 152 yang menukil sabda Nabi SAW:
إِنَّ الْمَيِّتَ لَيَسْمَعُ صَرِيرَ نِعَالِهِمْ إِذَا انْصَرَفُوا
“Sesungguhnya mayit itu mendengar gesekan suara sandal para pelayat tatkala mereka pulang dari kuburan.: (HR. Bukhari – Muslim).
Masyaallah…!!
Pesan buku:
HUDA MUYAS
+62 813-3686-7886







