✍️KH. Luthfi Bashori
Kami ikut pendapat Imam al-Nawawi sebagai Ulama SALAF, yang mana dalam Syarh Shahih Muslim, beliau berkata:
فيه التبرك بآثار الصالحين واستعمال فضل طهورهم وطعامهم وشرابهم ولباسهم
“Hadits tersebut mengandung anjuran bertabaruk dengan peningggalan orang shaleh, memakai sisa air suci mereka, makanan, minuman dan pakaian mereka.” (Al-Imam an-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, juz 4 hal. 219).
Sekaligus kami ikut pendapat Imam Addzahabi sebagai ulama SALAF, yang mengatakan:
سير أعلام النبلاء – (ج 17 / ص 77)
قلت: والدعاء مستجاب عند قبور الانبياء والاولياء، وفي سائر البقاع، لكن سبب الاجابة حضور الداعي، وخشوعه وابتهاله، وبلا ريب في البقعة المباركة، وفي المسجد، وفي السحر، ونحو ذلك، يتحصل ذلك للداعي كثيرا، وكل مضطر فدعاؤه مجاب.
Doa itu Mustajab (bila dibaca) di dekat MAKAM PARA NABI dan WALI (orang Shaleh), juga di beberapa tempat yang lain. Namun penyebab terkabulnya doa adalah hadhirnya hati orang yang berdoa, kekhusyukannya, dan TIDAK DIRAGUKAN lagi di tempat-tempat yang diberkati, di masjid, saat Sahur dan sebagainya, dimana doa akan lebih banyak didapat oleh pelakunya. Dan setiap orang yang sangat membutuhkan maka doanya akan diijabahi” (al-Hafidz adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ 17/77).
Jika ada kelompok yang mengaku sebagai pengamal MANHAJ SALAF, tapi menolak ajaran Imam Nawawi & Imam Addzahabi di atas, berarti MANHAJ-NYA PALSU, sama palsunya dengan IJAZAH si Mulyono..
CATATAN DI TANAH MAKAM KELUARGA KHUSUS BANI BASHORI ALWI:
Dalam Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin disebutkan:
ﻗﺒﻮﺭ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻨﺎﺅﻫﺎ ﻭﻟﻮ ﺑﻘبﺔ ﻹﺣﻴﺎء اﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻭاﻟﺘﺒﺮﻙ. ﻗﺎﻝ اﻟﺤﻠﺒﻲ: ﻭﻟﻮ ﻓﻲ ﻣﺴﺒﻠﺔ، ﻭﺃﻓﺘﻰ ﺑﻪ
“Makam para ulama boleh dibangun meskipun dengan kubah, untuk menghidupkan ziarah dan mencari berkah. Imam Al-Halabi berkata: ‘Meskipun di lahan umum”, dan ia memfatwakan hal itu (Syekh Abu Bakr Muhammad Syatha, Hasyiyah Ianah Ath-Thalibin, juz 2, hal. 137).







