Beda Cara Baca Hadis

Fahmi Hasan Nugroho, Lc, MA (Dosen UIN)

Beda cara baca hadis

Hadis ini dibaca oleh beliau sebagai ajakan untuk bertawakal dan memperkuat tauhid saat kondisi ekonomi tidak baik, tapi saya membacanya dengan cara yang berbeda.

Konteks hadis ini adalah ketika harga-harga naik dan Rasulullah diminta untuk melakukan intervensi pasar, lalu Rasulullah menolak permintaan mereka. Rasulullah ga mau intervensi pasar, Rasulullah membiarkan pasar berjalan sesuai dengan mekanisme pasar. Coba baca kalimat terakhir dari hadis ini, di sana Rasulullah berkata bahwa beliau ga mau kelak di akhirat dituntut orang karena pernah menzalimi dalam urusan harta.

Saya membaca Rasulullah memang paham bahwa jika beliau melakukan intervensi pasar dengan memaksa harga turun itu akan menzalimi produsen dan penjual, meski di sisi lain membiarkan harga mahal berarti akan memberatkan masyarakat. Tapi di sini Rasulullah lebih memilih membiarkan masyarakat terbebani harga mahal ketimbang mengintervensi dan memaksa harga turun.

Tapi ga berhenti di sini. Rasulullah memang menolak intervensi harga, tapi juga beliau bukan penganut “laissez-faire” yang biarkan pasar berjalan sendiri tanpa regulator. Rasulullah pernah melarang pedagang mencegat kafilah dagang sebelum masuk pasar agar harga terbentuk secara wajar dan tidak dimanipulasi tengkulak yang lebih dulu tahu informasi harga. Beliau juga melarang penimbunan karena penimbunan akan menciptakan kelangkaan buatan yang mendongkrak harga dan merugikan masyarakat.

Jadi dalam hadis ini dipahami bahwa Rasulullah berposisi sebagai regulator, tidak melakukan intervensi yang menzalimi (memaksa harga turun secara administratif sehingga produsen dan penjual rugi) tapi melakukan intervensi terhadap struktur pasar, seperti memastikan distribusi dilakukan dengan adil, melarang praktik manipulasi, dan melarang praktik penimbunan.

Sebagaimana tulisan sebelumnya, tawakkal itu tetap harus diiringi dengan ikhtiar, dan ikhtiar kita dalam bidang ekonomi adalah mempelajarinya agar kita bisa paham apa yang terjadi, apa penyebabnya, dan tahu bagaimana cara untuk beradaptasi dalam kondisi yang berubah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *