Nama Anak Masuk Dalam Surat Perjalanan Dinas Keluar Negeri, Kementerian PU Cari Pelaku Yang Membocorkan

By Tere Liye

Saya sebenarnya tahu kejadian ini beberapa hari lalu. Saat dapat forward-an suratnya, duuh, saya muntah. Lantas karena terlanjur muntah, saya nggak minat lagi posting. Lupakan saja, mending nonton bola. Toh, dibahas sampai viral pun, mereka tidak jera kok. Berkali-kali terjadi lagi.

Bacaan Lainnya

Eh, hari ini, katanya Kementerian PU akan mencari tahu siapa yang membocorkan surat ini, kalau itu dari internal, ketahuan bakal dikasih sanksi.

Astagfirullah. Duh Rabbi, ketahuilah, apapun alasan kalian, mau bilang ini cuma surat buat urusan VISA kek, mau bilang itu anak pakai duit pribadi kek, ayolah elu pakai logika dikitlah. Dikiiiit saja, dimana etika kerja elu saat keluarga dicantumkan dalam surat beginian, heh? Pakai kop Kementerian. Anak Menteri ini kan bisa mengurus visa secara terpisah.

Saya saja jelek2 begini, ngurus VISA AS bahkan tdk butuh selembar surat pengantar sekali pun. Sy ikuti saja prosedur normal, datang ke kedubes, interview, dikasih itu VISA. Sy bilang mau jalan2 sj. Mau hepi2 di New York, mau ke Los Angeles, dkk. Beres. Hanya karena dia anak Menteri, bukan berarti dia dikasih privilege begini.

Dan klaim tidak pakai dana APBN, duuh, itu anak Menteri setiba di AS, ikut rombongan yg dijemput nggak? Ikut bareng2 Bapaknya, nggak? Itu artinya dia kecil atau banyak, tetap memanfaatkan fasilitas. Kecuali dia beda rombongan.

Etika tuh dipakailah, dikiiit. Karena kalau kalian saking hobinya mengabaikan etika, lama2 kalian tdk tahu lagi mana yg benar mana yg kacau balau. Dan saat surat ini bocor, duuh, bukannya bercermin, berubah gitu loh, eeeh kocaknya, malah marah2, mau nyari tahu siapa yang bocorin.

Mau tahu siapa yang bocorin? Staf di Kementerian PU yang masih punya nurani. Dialah yang pantas jadi pejabat di negeri ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *