AHLI MASIAT DI NERAKA, AHLI IBADAH DI SURGA
KH. Luthfi Bashori
Jaman wis akhir, jaman wis akhir bumine goyang. Lirik sebuah lagu berbahasa Jawa yang artinya, saat sekarang jaman sudah mendekati hari Qiamat tiba, sehingga bumi yang dihuni manusia itu seringkali bergoncang akibat gempa, atau musibah banjir, kebakaran dan musibah lainnya, yang datang silih berganti.
Kelak nasib para manusia pasca Qiamat, tatkala usai hari perhitungan dan semua orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatannya se masa menjalani hidup di dunia.
Orang yang dalam hidupnya mayoritas mengamalkan amal kebaikan, niscaya akan dimasukkan surga dengan segala keindahan dan kenikmatan yang akan didapatkan di dalamnya.
Sebaliknya, orang yang di masa hidupnya lebih banyak melakukan kemaksiatan dan kejahatan, tentu akan dimasukkan ke dalam neraka, dengan segala keadaan yang sangat menakutkan dan mengerikan.
Rasulullah SAW bersabda : “Tercatat dalam kitab injil (yang asli), sebagaimana engkau berbuat, maka engkau akan mendapat balasannya, dan hanya dengan takaran yang engkau pakailah engkau akan ditakar.” (HR. Imam Ad-Dailami melalui Shahabat Fudhalah ibnu Ubaid).
Kesimpulannya, bahwa seseorang itu akan mendapat balasan yang setimpal sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya se masa hidup di dunia. Contoh ringan, barang siapa yang menghargai orang lain, maka ia akan mendapat balasan penghargaan yang sama dengan apa yang telah dilakukannya.
Dalam ibarat mutiara kata lainnya disebutkan, Kamaa tadiinu tudaan (sebagaimana engkau berhutang, suatu saat engkau akan menjadi pihak yang milikmu akan dipinjam oleh pihak lain). Jika engkau memukul, suatu saat engkau akan dipukul. Jika engkau memberi hadiah pihak lain, suatu saat engkau akan diberi hadiah oleh pihak lain
