ANCAMAN SIKSA BAGI PEMIMPIN DZALIM

KH. Luthfi Bashori

Menurut Imam Al-Ghazali, kedzaliman penguasa terhadap rakyat secara garis besar dibagi menjadi tiga jenis utama:

1.  Dzalim terhadap harta: Korupsi, monopoli ekonomi, pungutan liar, hingga perampasan hak milik rakyat.

2.  Dzalim terhadap hak dan kehormatan: Kriminalisasi, pembungkaman kebebasan berpendapat, penahanan sewenang-wenang, dan hilangnya keadilan hukum.

3.  Dzalim terhadap jiwa dan fisik: Kekerasan aparat, penyiksaan, hingga mengorbankan keselamatan rakyat demi kepentingan politik.

Jika salah satu dari tiga jenis kedzaliman yang tersebut di atas ini dilakukan oleh seorang pemimpin, maka kelak di akhirat ia akan mendapat siksa yang teramat pedih.

Yang dimaksud pemimpin dalam hal ini, bukan sekedar pemimpin negara, atau wilayah teritorial tertentu, namun mencakup juga para pemimpin pada perkumpulan tertentu yang memang banyak terjadi di tengah masyarakat.

Jika para pemimpin itu berlaku adil, maka pahala yang luas akan menenti mereka, dan sebaliknya jika kecurangan atau keculasan yang mereka lakukan, maka hanya penyesalan demi penyesalan di akhirat yang akan mereka dapatkan.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang pun yang diangkat menjadi pemimpin bagi sepuluh orang atau lebih kecuali ia datang di hari Qiamat dalam keadaan terikat oleh rantai dan belenggu.” (HR. Sy. Abu Hurairah RA).

Barangsiapa yang menjadi pemimpin masyarakat, maka kelak di hari Qiamat ia akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Seandainya ia berlaku adil dalam kepemimpinannya maka ia termasuk orang yang beruntung. Akan tetapi sebaliknya, jika ia tidak berlaku adil bahkan berlaku dzalim, maka celaka (siksa)-lah yang akan menimpa dirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *