Bukti Kyai Marzuki Bukan Kyai Yang Tahqiq

Gus Rumail Abbas

Bacaan Lainnya

Di sebuah ceramah, di depan publik dan disiarkan secara live (ada rekamannya pula), Kiai Marzuki Mustamar bilang bahwa Imam Husain bin Ali dieksekusi oleh orang bernama Ubaidillah.

Jadi, menurut Kiai Marzuki, mustahil ada keturunan Imam Husain yang bernama Ubaidillah.

Ini asumsi klise yang sangat mudah dipatahkan, bahkan jawabannya sudah ada di literatur nasab awal Islam. Tapi entah kenapa selalu beredar, bahkan dari mulut orang yang dikenal sebagai orang alim.

Usut punya usut, pernyataan klise tersebut memang ditujukan pada Bani Alawi, atau kabilah yang dikenal di Indonesia dengan panggilan Habib, yang kebetulan punya leluhur bernama Ubaidillah yang dipermasalahnya eksistensinya.

Kenapa? Karena banyak sekali keturunan Imam Husain, bahkan di era Imam Ali Zainal Abidin, yang bernama Ubaidillah maupun Abdullah. Tapi, karena ingin menghapus kesahihan nasab Ubaidillah, pernyataan di atas akhirnya dimunculkan.

Ini bukti kecil bahwa Kiai Marzuki memang bukan kiai yang tahqiq.

Saya sudah melakukan penelitian literatur secara mendalam, telah membaca 80 kitab nasab, 1.402 kitab tarikh, 903 kitab tarajim, kitab rijal, kitab sirah, dan totalnya ada 3.900-an kitab sudah saya sisir.

Saya bahkan mencari rantai sanad maupun nasab, supaya ada ketersambungan dengan Imam Ali, Imam Hasan, Imam Husain, bahkan Imam Ibn al-Hanafiyah…

…dan ternyata tidak ada Alawiyin yang bernama: Yazid.

Kalaupun ada, jalurnya beda.

Pertama, Yazid bin Mu’awiyah bin Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib (w. >145 H), seorang amir Syiraz. Kakaknya bernama Abdullah bin Mu’awiyah. Pada 145 H ikut pemberontakan Muhammad al-Nafs al-Zakiyah di Madinah.

KEdua, Yazid bin Aqil bin Abi Thalib, yang tidak lain adalah keponakan Imam Ali. Aqil ini berkunyah Aba Yazid, dan wafaat ±50 H. Sementara Yazid dikabarkan tidak memiliki keturunan.

Ketiga, Yazid bin Abdullah bin Ja’far (al-Jawad). Nama ini problematik karena kitab-kitab nasab generasi awal seperti Nasabu Quraisy merinci anak Abdullah dari Zainab bin Ali, tapi tidak ada Yazid.

Kemungkinan ia ditambahkan di masa belakangan.

Keempat, Sulthan al-Maula “al-Yazid” bin Muhammad bin Abdullah. Ia merupakan zuriah Imam Hasan bin Ali. Tapi ada al- di namanya, yaitu al-Yazid (اليزيد). Berkuasa pada 1203-1206 H, dan dimakamkan di pemakaman Asyraf di Marakesh.

Kelima, Keenam, Ketujuh, dan Kedelapan: Maula Ibrahim bin Sulthan al-Yazid al-Alawi (anak nomor empat yang dibaiat di Fes), Ali bin al-Yazid bin Ahmad bin al-Yazid al-Hasani (Imam Masjid Maulay Idris), Abu al-Barakat bin Abi Yazid al-Hasani, dan Syarif al-Yazid bin Shalih al-Ghumari.

Saya kurang tahu julukan “al-Yazid” ini berasal dari mana, namun yang pasti tidak terinspirasi dari Yazid bin Mu’awiyah.

Akan tetapi, banyak sekali yang bernama Abdurrahman (untuk kasus Imam Ali) dan Abdullah-Ubaidillah (untuk kasus Imam Husain).

Mohon ini disampaikan kepada Kiai Marzuki Mustamar.

🙏

Pos terkait