CUPLIKAN WASIAT ABUYA ASSAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI MAKKAH, PADA ACARA MULTAQA ALUMNI MAKKAH ALMUKARRAMAH, DI JEMBER

CUPLIKAN WASIAT ABUYA ASSAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI MAKKAH, PADA ACARA MULTAQA ALUMNI MAKKAH ALMUKARRAMAH, DI JEMBER

AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan

وَثَمَّةَ أَمْرٌ مُهِمٌّ أُحِبُّ الإِشَارَةَ عَنْهُ، أَلَا وَهُوَ مَا يَتَعَلَّقُ بِـ(الذَّكَاءِ الاصْطِنَاعِيِّ)، وَالْمَعْرُوفُ بِـ(Ai)، فَلَا بُدَّ مِنَ التَّعَامُلِ مَعَهُ بِوَعْيٍ عِلْمِيٍّ، فَلَا نَجْعَلُهُ مَصْدَرًا أَصِيلًا لِلْمَعْرِفَةِ، مَهْمَا بَلَغَ مِنَ التَّطَوُّرِ، فَقَدْ يُخْطِئُ، وَقَدْ يَخْلِطُ بَيْنَ الْمَعْلُومَاتِ، وَقَدْ يَنْسِبُ قَوْلًا إِلَى صَاحِبِهِ بُدُونِ تَثَبُّتٍ، أَوْ يُوَرِّدُ مَرْجِعًا غَيْرَ مَوْجُودٍ، فَلَا يَنْبَغِي أَنْ نَجْعَلَهُ مَصْدَرًا أَصِيلًا لِلْمَعْرِفَةِ، وَلَا بَدِيلًا عَنِ الْمَصَادِرِ الْعِلْمِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ، وَلَا نَعْتَمِدَ عَلَيْهِ فِي النَّتَائِجِ الْعِلْمِيَّةِ، أَوِ التَّصَوُّرَاتِ النِّهَائِيَّةِ، بَلْ هُوَ مِفْتَاحٌ لِلْبَحْثِ وَنُقْطَةٌ لِلِانْطِلَاقِ، بَعْدَ ذَلِكَ تَظَلُّ رُوحُ الْبَاحِثِ وَلَمْسَةُ الدَّارِسِ، بَلْ وَأَعْلَى مِنْ ذَلِكَ فَتْحُ الْعَالَمِ وَبَصِيرَةُ الْعَارِفِ.

“Ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan, yaitu terkait dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI harus digunakan dengan kesadaran ilmiah. Jangan menjadikannya sebagai sumber pengetahuan utama, seberapa pun canggih perkembangannya. Sebab, AI bisa saja melakukan kesalahan, mencampuradukkan informasi, menisbatkan suatu perkataan kepada seseorang tanpa verifikasi, atau memberikan rujukan yang sebenarnya tidak ada.

Karena itu, AI tidak semestinya dijadikan sumber utama pengetahuan, apalagi pengganti sumber-sumber ilmiah yang terpercaya. Jangan pula menjadikannya sebagai dasar hasil penelitian ilmiah atau kesimpulan akhir. AI hanyalah kunci untuk membantu penelitian dan titik awal untuk memulai pencarian. Setelah itu, tetap diperlukan pemikiran peneliti, sentuhan seorang pelajar, bahkan lebih dari itu: keterbukaan wawasan dan ketajaman pemahaman seorang yang berilmu.”

(LUTHFI BASHORI)
Jember, 12 Agustus 2026