Suasana penuh khidmat, tertib, dan sarat nuansa persaudaraan mewarnai peringatan Haul Ndoro Sayyid Dahlan bin Muhammad Ba’abud yang digelar di kawasan Makam Masjid Agung Kauman hingga Alun-Alun Besar Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026.
Acara yang dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah ini berlangsung sukses dan lancar. Salah satu pemandangan yang mendapat perhatian dan apresiasi luas dari masyarakat adalah sinergi pengamanan antara Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU yang bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Kekompakan FPI dan Banser menjadi bukti nyata bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menghalangi semangat persatuan sesama ormas Aswaja dalam melayani umat dan menyukseskan kegiatan keagamaan.
“Ini adalah bukti bahwa ormas-ormas Islam dapat bersatu, saling menghormati, dan bekerja sama demi kelancaran acara keagamaan,” ujar salah satu panitia.
Tausiyah Penuh Pesan Persatuan
Haul tersebut menghadirkan sejumlah ulama dan habaib, di antaranya Romo KH Habib Hasan bin Agil Ba’abud dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al Atthas yang menyampaikan tausiyah di hadapan para jamaah. Serta Gus Muhammad Luthfi Rochman, Ulama, Habaib, Tokoh dan puluhan ribu jamaah.
Dalam ceramahnya, Romo KH Habib Hasan bin Agil Ba’abud menekankan pentingnya persatuan antara FPI dan Banser. Menurut beliau, kedua elemen tersebut sama-sama berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah dan memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga agama serta melayani umat.
“Saya minta FPI dan Banser bersatu, karena keduanya sama-sama Ahlussunnah wal Jamaah,” tegas beliau di hadapan ribuan jamaah.
Beliau juga menyampaikan pernyataan yang disambut takbir para hadirin:
“Saya ini gurunya Banser, dan juga gurunya FPI.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa para ulama memiliki peran sentral sebagai perekat persatuan umat Islam.
Sementara itu, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al Atthas mengajak masyarakat Purworejo agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah umat.
Beliau menegaskan bahwa upaya mengadu domba antara kiai dan habaib hanya akan melemahkan kekuatan umat Islam. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga adab, persatuan, dan rasa hormat kepada para ulama.
Momentum Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Rangkaian haul diisi dengan pembacaan maulid, dzikir bersama, serta tausiyah yang mengingatkan pentingnya meneladani perjuangan para ulama dalam membimbing umat.
Peringatan Haul Ndoro Sayyid Dahlan bin Muhammad Ba’abud bukan hanya menjadi momentum mengenang jasa seorang ulama besar, tetapi juga menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Kekompakan FPI dan Banser dalam pengamanan acara, serta pesan-pesan persatuan yang disampaikan para ulama, menjadi bukti bahwa ukhuwah dan kerja sama tetap menjadi kekuatan utama umat Islam dalam menjaga persatuan bangsa dan negara
Faktakini







