Konsultasi Agama Bersama KH. Luthfi Bashori
Penanya :
Assalamualaikum pa kiai
Saya mau tanya:
1. Apa rosululloh pernah melihara kucing ?
2. Apakah bulu kucing yg rontok itu najis?
3. Apakah boleh memelihara kucing?
Terimakasih sebelumnya
Jawaban :
ูุงู ุงูุตุญุงุจุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ูุฑุจูู ุงููุทุท ูู ุจููุชูู
ูููุชู
ูู ุจูุง
ูููู ุงููุจูู ๏ทบ “ูู ู
ู ุงูุทูุงููู ุนูููู
” ููู ู
ุน ุงููุงุณ ูู ู
ูุงุฒููู
ูุฒููุฉ ูุจููุชูู
ูุงู
ุฑูุง ูุจููุง ุจุงูุฅุญุณุงู ุฅูููุง ููุงู ุณูุฏูุง ูุชุงุฏุฉ ูุฑุจู ูุฑุฉ ููุชูุถุฃ ู
ู ุงูู
ุงุก ุงูุฐู ุชุดุฑุจู
Para sahabat radhiyallahu โanhu biasa memelihara kucing di rumah mereka dan merawatnya.
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โIa termasuk hewan yang ada di sekitar kalian.โ
Ia hidup bersama orang-orang di rumah mereka dan menjadi hiasan bagi rumah mereka. Nabi SAW memerintahkan kita untuk bersikap baik pada kucing.
Sayyidina Qatadah biasa memelihara seekor kucing dan berwudhu dengan air yang diminum kucing tersebut.
2.ย Bulu kucing merupakan najis yang ditoleransi (maโfu) selama masih dalam jumlah yang sedikit, dan najis yang tidak ditoleransi ketika dalam jumlah banyak, kecuali bagi orang yang sering dibuat kesulitan dengan banyaknya bulu rontok yang bertebaran di sekitarnya.
3.ย Hukumnya “Boleh” pelihara kucing.







