IMAM ASY’ARI ITU SERING MENANG SAAT BERDEBAT (TIDAK PERNAH KABUR)

✍️ KH. Luthfi Bashori

Bacaan Lainnya

Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dikenal sering “menang” debat karena metode argumentasinya yang kuat berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, ketenangan, serta akhlak mulianya yang menuntun lawan bicara pada kebenaran, bukan sekadar kekalahan verbal, seperti saat beliau mendebat kaum Mu’tazilah dengan logika yang tajam dan kelembutan, menginspirasi banyak pengikut, dan meninggalkan perdebatan jika emosi menguasai, menunjukkan fokus pada kebenaran hakiki.

Metode Debat Imam Al-Asy’ari:
Berbasis Dalil: Selalu menggunakan Al-Qur’an, Hadits shahih, dan pendapat sahabat sebagai landasan, bukan logika semata atau hawa nafsu.

Bertanya untuk Memahami: Memulai dengan memahami argumen lawan secara mendalam sebelum membantah.

Menggunakan Akal & Wahyu: Menganalisis argumen lawan dengan penalaran akal yang didukung dalil wahyu.

Kelembutan dan Ketenangan: Menghindari makian, debat kusir, dan amarah. Jika lawan marah, beliau bisa menghentikan perdebatan, seperti kisahnya dengan orang awam yang akhirnya bertaubat.

Menemukan Kebenaran Bersama: Tujuannya bukan mempermalukan lawan, tetapi menghasilkan kebenaran yang bisa disepakati dan dipahami bersama.

Kemenangannya yang Legendaris:
Melawan Mu’tazilah: Beliau berhasil membantah dan mengembalikan banyak tokoh Mu’tazilah ke jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah karena beliau menyerang langsung ke pusat-pusat pemikiran mereka dengan hujjah yang kuat.

Kisah dengan Orang Awam: Beliau menghentikan debat karena lawan bicara marah, memberikan buah badam, dan berkata lawannya lebih pantas dapat gula karena marah, membuat lawan bertaubat.

Kemenangan Al-Asy’ari bukan hanya soal mengalahkan lawan, tetapi membimbing mereka menuju pemahaman yang benar, menjadikannya salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah teologi Islam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *