PERBEDAAN PENDAPAT DI KALANGAN SHAHABAT & ULAMA SALAF
✍️KH. Luthfi Bashori
Imam Ibnu Abidin dalam kitab roddul Muhtar menjelaskan asal pengambilan lafadz:
اختلاف امتي رحمة
Perbedaan pendapat di kalangan ulama/ummatku itu rahmat.
ﺭﺩ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺭ – ( ﺝ 1 / ﺹ : 169 )
ﻓﺈﻥ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻬﺪﻯ ﺗﻮﺳﻌﺔ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﺘﺘﺎﺭﺧﺎﻧﻴﺔ , ﻭﻫﺬﺍ ﻳﺸﻴﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ , ﻭﻫﻮ } ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺭَﺣْﻤَﺔٌ { ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻘﺎﺻﺪ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ : ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﺑﺴﻨﺪ ﻣﻨﻘﻄﻊ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺑﻠﻔﻆ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ } ﻣَﻬْﻤَﺎ ﺃُﻭﺗِﻴﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺎﻟْﻌَﻤَﻞُ ﺑِﻪِ ﻟَﺎ ﻋُﺬْﺭَ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻓِﻲ ﺗَﺮْﻛِﻪِ , ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺴُﻨَّﺔٌ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺎﺿِﻴَﺔٌ , ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺳُﻨَّﺔٌ ﻣِﻨِّﻲ ﻓَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ , ﺇﻥَّ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮﻡِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ , ﻓَﺄَﻳُّﻤَﺎ ﺃَﺧَﺬْﺗُﻢْ ﺑِﻪِ ﺍﻫْﺘَﺪَﻳْﺘُﻢْ , ﻭَﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ ﻟَﻜُﻢْ ﺭَﺣْﻤَﺔٌ { ﻭﺃﻭﺭﺩﻩ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺤﺎﺟﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺨﺘﺼﺮ ﺑﻠﻔﻆ } ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟﻠﻨﺎﺱ }.
“Sesungguhnya perbedaan para imam petunjuk (para ulama) itu adalah kelapangan bagi manusia, sebagaimana disebutkan dalam awal kitab At-Tatarḫāniyyah. Hal ini mengisyaratkan kepada hadis yang masyhur di lisan manusia, yaitu:
‘Perbedaan (pendapat) umatku adalah rahmat.’
Disebutkan dalam kitab Al-Maqāṣid al-Ḥasanah: Hadis ini diriwayatkan oleh al-Baihaqī dengan sanad yang terputus dari Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā dengan lafaz:
Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Apa saja yang telah diberikan kepada kalian dari Kitab Allah, maka mengamalkannya wajib dan tidak ada alasan bagi siapa pun untuk meninggalkannya.
Jika tidak terdapat dalam Kitab Allah, maka (ambillah) sunnah dariku yang berlaku.
Jika tidak ada sunnah dariku, maka (ambillah) apa yang dikatakan oleh para sahabatku.
Sesungguhnya para sahabatku itu seperti bintang-bintang di langit; siapa pun yang kalian ikuti, kalian akan mendapat petunjuk.
Dan perbedaan para sahabatku bagi kalian adalah rahmat.’
Imam Ibnu Al Hajib dalam kitab Mukhtashornya melafadzkan dengan:
ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟﻠﻨﺎﺱ
“ Perbedaan dalam Umatku adalah rahmat bagi manusia”.
