Chaos terjadi saat unjukrasa diberbagai kota di Perancis, Sabtu 17/10. Bentrokan antara massa dan aparat keamanan itu terjadi di Paris, Marseille, Lyon, Bordeaux, Grenoble, Montpellier, hingga Limoges.
Bahkan Di Limoges, sebuah gedung balai kota bersejarah yang ber usia 143 tahun terbakar hingga bagian atap dan menara jamnya runtuh. Gedung Balai Kota bergaya neo-Renaissance abad ke-19 yang diresmikan pada 14 Juli 1883 diketahui lolos dari dua perang dunia, namun tak lolos dari amuk massa rakyatnya sendiri.
Poin poin penyebab Unjukrasa
• Krisis Pendidikan: Berawal dari aksi protes pelajar SMA di Créteil pada September 2026 akibat kerusakan fasilitas sekolah dan kekurangan tenaga pengajar.
• Lonjakan Biaya Hidup: Berkembang menjadi gerakan nasional yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, listrik, gas, transportasi, serta inflasi.
Hal ini mendapat respon menohok dari Singa Aswaja KH. Idrus Ramli, Kyai asal Jember Jawa timur itu merefleksikan kedzoliman kedzoliman yang dilakukan macron yang pada akhirnya menuai apa yang diperbuat, dalam Status Whatsap yang beliau tulis 20/10 :
“Demonstrasi di Prancis kemarin sebagai protes terhadap mahalnya biaya hidup ( ekonomi terbesar ketiga di Eropa ), Perancis kolonial yang telah menjarah harta bangsa bangsa kini menderita, terjadi penjarahan dan pengrusakan-rakyat yang katanya beradab”
tak cukup disitu, KH. Idrus Ramli juga mengingatkan Umat Islam, bahwa macron pernah merendahkan Agama Islam dan membela Penista Nabi dengan menyebut Agama Islam sebagai agama yang krisis.
“macron Presiden Prancis berkata beberapa tahun lalu : Islam hari ini sedang hidup dalam krisis! Maka hari ini Macron lah yang hidup dalam krisis.”
Diketahui sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia pada pidatonya di Les Mureaux, Prancis, Oktober 2020.
Macron juga membela seorang guru sejarah di Prancis, Samuel Paty yang menunjukkan Karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran tentang kebebasan berekspresi.
Macron menegaskan bahwa pemerintah Prancis tidak akan melarang penerbitan atau peredaran kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berbicara.
Hal itu lah yang membuat negara negara Islam Dunia Murka dan terjadi boikot besar besaran terhadap produk produk asal Prancis.




