Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat langkah strategis dalam membangun solidaritas internasional untuk Palestina.
Salah satu terobosan terbarunya adalah pembentukan markas besar gerakan solidaritas Palestina kawasan Asia-Pasifik yang akan berkedudukan di Indonesia.
Gerakan tersebut bernama Asia-Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCAP), sebuah wadah konsolidasi masyarakat sipil lintas negara yang diharapkan menjadi pusat koordinasi dukungan kemerdekaan Palestina di kawasan Asia-Pasifik.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan keputusan menempatkan kantor pusat APCAP di Jakarta merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta konferensi Asia-Pasifik.
“Seluruh peserta konferensi sepakat bahwa headquarter gerakan Koalisi Asia-Pasifik itu berada di Indonesia, tepatnya di Jakarta,” ujar Prof Sudarnoto saat ditemui di Kantor MUI di Jakarta, dilansir dari laporan MUI Digital, Rabu (13/5/2026).
Keputusan tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat gerakan solidaritas Palestina di tingkat internasional.
Selama ini, dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina dikenal sangat kuat, baik melalui aksi kemanusiaan, diplomasi publik, maupun gerakan sosial lintas organisasi.
Sebagai tindak lanjut, MUI bersama sejumlah lembaga filantropi nasional membentuk tim kecil yang terdiri dari sembilan orang untuk menyusun konsep organisasi serta struktur kepengurusan APCAP.
Rumusan tersebut kemudian dipresentasikan dalam forum Koalisi Global di Istanbul, Turki.
Menurut Prof Sudarnoto, forum internasional itu menyambut positif langkah Indonesia dalam memperkuat gerakan solidaritas Palestina di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam struktur organisasinya, APCAP memiliki Advisory Board atau Dewan Penasihat yang akan diisi sejumlah tokoh nasional.
Nama-nama besar disebut akan dilibatkan untuk memperkuat legitimasi gerakan tersebut di tingkat global.
“Beberapa tokoh nasional akan kami hubungi untuk menjadi bagian dari Advisory Board, termasuk Pak Jusuf Kalla dan Din Syamsuddin serta tokoh-tokoh lainnya,” jelasnya.
Nama Jusuf Kalla dan Din Syamsuddin dinilai memiliki pengaruh besar dalam jaringan diplomasi kemanusiaan dan dunia Islam internasional.
Sementara itu, posisi Executive Board dipimpin Irfan Nugraha dari Rumah Zakat. Unsur MUI bersama sejumlah tokoh lainnya juga tergabung dalam Steering Committee dengan Prof Sudarnoto dipercaya sebagai ketuanya.
Selain menyusun struktur organisasi, APCAP kini tengah menyiapkan kantor pusat operasional sebagai basis koordinasi gerakan solidaritas Palestina kawasan Asia-Pasifik.
Untuk sementara, salah satu ruangan di Gedung MUI Matraman diusulkan menjadi kantor pusat sementara hingga legalitas organisasi selesai diproses.
“Sambil menyelesaikan proses perizinan dan legalitas, saya mengusulkan agar salah satu ruangan di Gedung MUI Matraman dapat digunakan sementara sebagai pusat kegiatan APCAP,” katanya.
Ke depan, APCAP direncanakan memiliki kantor pusat yang lebih representatif guna mendukung aktivitas koordinasi lintas negara, penguatan jaringan masyarakat sipil, hingga diplomasi kemanusiaan internasional.
Lebih lanjut, Prof Sudarnoto mengungkapkan APCAP akan menggelar grand launching pada Juli mendatang bertepatan dengan rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia yang diselenggarakan MUI.
Momentum tersebut diproyeksikan menjadi forum konsolidasi besar gerakan solidaritas Palestina di kawasan Asia-Pasifik sekaligus mempertemukan wakil masyarakat sipil dari berbagai negara.
“Insya Allah grand launching APCAP akan menjadi momentum penting untuk mempertemukan wakil-wakil masyarakat sipil dari negara-negara Asia-Pasifik dalam memperkuat solidaritas untuk Palestina,” ujarnya.
Sebelumnya, soft launching APCAP telah dilakukan di Dewan Masjid Indonesia.
Kehadiran APCAP ditegaskan sebagai gerakan masyarakat sipil, bukan organisasi pemerintah.
Menurut Prof Sudarnoto, berbagai gerakan solidaritas Palestina di kawasan Asia-Pasifik sebenarnya telah tumbuh di banyak negara, namun belum memiliki wadah koordinasi yang kuat dan terintegrasi.
“Gerakan-gerakan dukungan Palestina di Asia-Pasifik sebenarnya sudah ada, tetapi belum terkoordinasi. APCAP hadir untuk mengonsolidasikan gerakan-gerakan itu,” katanya.
Dia juga menyinggung besarnya dukungan masyarakat di sejumlah negara Asia-Pasifik, termasuk Maladewa, yang dinilai memiliki solidaritas kuat terhadap Palestina meskipun merupakan negara kecil.
Di akhir keterangannya, Prof Sudarnoto menegaskan dukungan penuh MUI terhadap pembentukan APCAP.
Dia berharap langkah itu dapat semakin memperkuat peran Indonesia dalam panggung kemanusiaan global dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah besar yang semakin menguatkan peran MUI di tingkat global, khususnya dalam memperjuangkan Palestina dan isu-isu kemanusiaan dunia,” kata dia.
inilah







