MBAH HASYIM ASY’ARI LARANG PRIA WANITA MANGGUNG & NOBAR BERSAMA
KH. Hasyim Asy’ari mengatakan dalam kitab Attanbiihaat Alwaajibaat, cuplikannya sebagaimana berikut:
…. مِثْلِ التَّضارُبِ والتَّدافُعِ المُسَمَّى عندَهم بفٓنْـﭽَـاأَنْ وبَوْكْسٓنْ، وضَرْبِ الدُّفُوفِ، كُلُّ ذلك بحُضُورِ نِسْوَةٍ أَجْنَبيّاتٍ قَرِيباتٍ منهم مُشْرِفاتٍ عليهم، والمُوسِيقَى، وسٓتْرَيْكْ، واللَّعِبِ بما يُشْبِهُ القِمارَ، واجْتِماعِ الرِّجالِ معَ النِّساءِ مُخْتَلِطاتٍ ومُشْرِفاتٍ، والرَّقْصِ، والاِسْتِغْراقِ في اللَّهْوِ والضَّحِكِ، وارْتِفاعِ الأَصْواتِ والصِّياحِ في المَسْجِدِ وحَوَالَيْهِ. فنَهَيْتُهُمْ وأَنْكَرْتُهم عن تلك المُنْكَراتِ، فتَفَرَّقُوا وانْصَرَفُوا.
Kemudian dipukullah rebana (ketipung) setiap kali acara itu dilakukan, dengan disaksikan para wanita ajnabiyah (non mahram) dari jarak yang sangat dekat.
Sehingga para wanita itu bisa menonton mereka (yang bermain pencak dan tinju), diiringi musik serta sandiwara dan permainan-permainan yang menyerupai perjudian, dan berkumpulnya pria serta wanita campuraduk untuk menonton, dan tarian-tarian yang membuat mereka tenggelam di dalamnya dengan tertawa dan berteriak-teriak di dalam masjid dan sekitarnya.
Maka kemudian aku pun melarang mereka dan mengingkari mereka dari perbuatan-perbuatan mungkar itu, lalu merekapun bubar dan pergi.
MBAH HASYIM ASY’ARI LARANG PRIA WANITA MANGGUNG & NOBAR BERSAMA







