Narasi Penggiringan Opinikah? Kenapa Tiba Tiba Nyenggol Yaman

Buni Yani:

Wah ini sih menggunakan narasi termul dan buzzer anti Islam. Kata “Yaman” itu digunakan untuk secara halus mendiskreditkan dan menghina umat Islam–bahkan yang mendukung Prabowo pada Pemilu 2019. Sebaiknya Prabowo menarik kata ini yang seolah mewakili kebencian Jokowi kepada Islam. Atau ini sinyal Prabowo yang sudah menjadi Jokowi 100%?

Faisal Lohy:

Merespon Kritik rakyat, Prabowo: kau kabur saja ke Yaman. Serendah inikah sikap & komunikasi politik Presiden. Sangat tdk dialektis, anti kritik, inkonstitusional. Rakyat nuntut perubahan, malah disuruh kabur ke Yaman. Koplak. Pantas aja dulu kabur ke Yordania.

_____________________________

Prabowo:

“Jadi saudara-saudara hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Perjalanan satu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat ‘long march’. Ini ‘long march’ satu bangsa. ‘Long march’ satu bangsa,”

“Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan-pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS-Paraku, PRRI-Permesta terus gerakan ini gerakan itu,”

“Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?”

“Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita ya, lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh. Kabur aja biar kita nggak gaduh,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *