Pembebasan Relawan WNI Murni Hasil Diplomasi dan Tekanan Publik, Ketua MUI: Tak Ada Kaitan dengan BOP

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa proses pembebasan warga negara Indonesia (WNI) dari penculikan tentara penjajah Israel (Israel Defense Forces/IDF) sama sekali tidak melibatkan Board of Peace (BOP).

Melalui pernyataan tertulis pada Jumat sore, 22 Mei 2026, Sudarnoto menyatakan secara lugas bahwa keberhasilan ini murni merupakan hasil dari berbagai tekanan publik serta langkah diplomasi yang masif.

Menurut Sudarnoto, pembebasan para pejuang kemanusiaan tersebut merupakan buah dari upaya kolektif yang sungguh-sungguh antara Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi resmi dengan berbagai elemen masyarakat seperti MUI, lembaga filantropi, gerakan pembela Palestina, ulama, tokoh bangsa, hingga peran aktif media.

“Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP,” ujar Sudarnoto.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, aksi penculikan dan tindakan kasar yang dilakukan oleh militer zionis terhadap para relawan perdamaian dunia merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional yang sangat keji dan sudah melampaui batas kemanusiaan.

“Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas-batas nurani dan akal sehat,” tegasnya mengutuk tindakan IDF tersebut.

Ia mengingatkan kepada masyarakat luas bahwa dilepaskannya para pejuang yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla ini bukan berarti menghapus rekam jejak kriminalitas militer zionis.

“Karena itu, pembebasan terhadap para pejuang melalui misi kemanusiaan global Global Sumud Flotilla itu tidak berarti kesalahan Israel kemudian terhapus,” cetusnya.

Ia menjabarkan bahwa entitas zionis yang disokong penuh oleh Amerika Serikat tetap harus memikul tanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan terhadap warga negara asing.

Ditegaskannya pula bahwa kejahatan Israel akan terus dilancarkan dengan berbagai cara demi menghancurkan seluruh lini bantuan kemanusiaan serta memutus dukungan sosial, politik, dan diplomatik global untuk kemerdekaan Palestina.

Dari peristiwa ini, ia mengambil pelajaran berharga bahwa sebuah perjuangan yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dan kolektif pasti akan membuahkan keberhasilan yang nyata.

“Pembebasan yang dilakukan terhadap pejuang kemanusiaan mengajarkan kita semua bahwa perjuangan yang sungguh-sungguh dan dilakukan secara bersama akan berhasil,” kata Sudarnoto penuh optimisme.

Pos terkait