SESATNYA PAK ADDARIMI ALMUJASSIMY

✍️ KH. Luthfi Bashori

Salah satu keyakinan tokoh Mujassimah yaitu Addarimi (ini bukan nama Imam Addarimy ulama Sunni Ahli hadits, Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman bin al-Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad at-Tamimi ad-Darimi as-Samarqandi, lahir tahun 181 H).

Adapun Addarimi Almujassimy ini bernama Utsman bin Sa’id ad-Darimi yang menyebutkan sifat Allah dengan pernyataan sbb:

ALLAH TURUN DARI ARSY MENUJU KE KURSI-NYA.

(Kitab Annaqdlu, halaman 73, terbitan Darul Kutub Al-ilmiyah yang dita`liq oleh Muhammad Hamid Alfaqy).

Pernyataan Addarimi Almujassimy ini jelas-jelas menisbatkan kepemilikan jasmani terhadap Dzat Allah.

Addarimi Almujassimy menggambarkan, bahwa Arsy-nya Allah itu berada di satu tempat di atas, sedangkan kursi-nya Allah itu berada di tempat yang bawah atau letaknya lebih rendah daripada Arsy.

Lantas Allah yang di dalam firman-Nya menyatakan Arrahmaanu `alal `arsyis tawaa, diterjemahkan oleh Addarimi Almujassimy sbb:

“Allah itu duduk di atas Arsy”

Kemudian digambarkan oleh Addarimi Almujassimy, bahwa terkadang Allah itu turun dari Arsy-Nya menuju Kursi-Nya yang berada di langit lebih rendah dari Arsy. Karena sudah dimaklumi bahwa Allah menciptakan langit itu berlapis hingga tujuh tingkat.

Inti dari aqidah Addarimi Almujassimy adalah, ia meyakini bahwa Allah itu memiliki bentuk tubuh, dan saat ini Allah sedang berada di langit, baik di Arsy maupun di langit ke tujuh.

Terkadang Allah duduk-duduk di-Arsy-Nya, namun tak jarang Allah jalan-jalan turun menuju ke langit yang tingkatnya lebih rendah, mungkin dalam pemikiran Addarimi, saat Allah turun menuju kursi-Nya itu, akan menikmati suasana istirahat duduk-duduk di kursi tersebut.

Kalau benar seperti itu keyakinan Addarimi Almujassimy, lantas apa bedanya Aqidah Mujassimah dengan keyakinan para penyembah berhala ? Berhala-berhala yang dianggap tuhan itu, sengaja dibuat oleh tangan mereka dalam bentuk patung yang memiliki bentuk jasmani.

Mereka berasumsi bahwa dengan tampaknya bentuk jasmani tuhan di depan mata, maka lebih memudahkan bagi mereka untuk menyembah dan mengingatnya, lantaran sudah ketemu bentuk tubuh tuhannya tersebut.

قال الإمام الشافعي رضي الله عنه
من قال أو اعتقد أن الله جالس على العرش فهو كافر (رواه ابن المعلم القرشي في كتابه نجم المهتدي ورجم المعتدي ص 155)

Imam Asy Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah itu duduk di atas ‘Arsy, maka ia kafir”

(Riwayat Ibn al Mu’allim al Qurasyi dalam kitabnya Najm al Muhtadi wa Rajm al Mu’tadi, Hal. 155).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *