✍️ KH. Luthfi Bashori
Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa;
“Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Toghut (sesembahan selain Allah, red)…”.
Yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan:
“…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thoghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”.
Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh.
Daerah al-Kharj membawahkan beberapa desa dengan banyak penduduk.
Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372.
Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum muslimin yang tidak menerima ajaran sektenya dengan vonis “KAFIR”.
__________
ADDARIMI WAHHABI ALMUJASSIMI
Salah satu keyakinan tokoh Mujassimah yaitu Addarimi (ini bukan nama Imam Addarimi ulama Sunni Ahli hadits).
Addarimi Almujassimi menulis buku tentang sifat Allah dengan menyebutkan:
ALLAH TURUN DARI ARSY MENUJU KE KURSI-NYA.
(Kitab Annaqdlu, halaman 73, terbitan Darul Kutub Al-ilmiyah yang dita`liq oleh Muhammad Hamid Alfaqiy).
Pernyataan Addarimi Almujassimi ini jelas-jelas menisbatkan kepemilikan jasmani terhadap Dzat Allah.
Addarimi Almujassimi menggambarkan, bahwa Arys-nya Allah itu berada di satu tempat, sedangkan kursi-nya Allah itu berada di tempat yang letaknya lebih rendah daripada Arsy.
Lantas Allah yang di dalam firman-Nya menyatakan Arrahmaanu `alal `arsyis tawaa, diterjemahkan oleh Addarimi Almujassimi sbb:
“Allah itu duduk di atas Asry”
Kemudian digambarkan oleh Addarimi Almujassimi, bahwa terkadang Allah itu turun dari Arsy-Nya menuju Kursi-Nya yang berada di langit lebih rendah.
Karena sudah dimaklumi bahwa Allah menciptakan langit itu berlapis hingga tujuh tingkat.
Inti dari aqidah Addarimi Almujassimi adalah, ia meyakini bahwa Allah itu memiliki bentuk tubuh, dan saat ini Allah sedang berada di langit.
Terkadang Allah duduk-duduk di-Arsy-Nya, namun tak jarang Allah jalan-jalan turun menuju ke langit yang tingkatnya lebih rendah, mungkin dalam pemikiran Addarimi, saat Allah turun menuju kursi-Nya itu, akan menikmati suasana istirahat duduk-duduk di kursi tersebut.
Kalau benar seperti itu keyakinan Addarimi Almujassimi, lantas apa bedanya aqidah Mujassimah dengan keyakinan para penyembah berhala ?
Berhala-berhala yang dianggap tuhan itu, sengaja dibuat oleh tangan mereka dalam bentuk patung yang memiliki bentuk jasmani.
Mereka berasumsi bahwa dengan tampaknya bentuk jasmani tuhan di depan mata, maka lebih memudahkan bagi mereka untuk menyembah dan mengingatnya, lantaran sudah ketemu bentuk tubuh tuhannya tersebut.
قال الإمام الشافعي رضي الله عنه:
من قال أو اعتقد أن الله جالس على العرش فهو كافر (رواه ابن المعلم القرشي في كتابه نجم المهتدي ورجم المعتدي ص 155)
Imam Asy Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah itu duduk di atas ‘Arasy, maka ia kafir”
(Riwayat Ibn al Mu’allim al Qurasyi dalam kitabnya Najm al Muhtadi wa Rajm al Mu’tadi, Hal. 155).
SESATNYA WAHHABI YANG MENGKAFIRKAN UMAT ISLAM YANG BEDA PEMAHAMAN DENGANNYA







