Sound Horeg vs Toa Masjid

Sound Horeg vs Toa Masjid

Nalar oang awam:
Jelas beda lah, mana ada toa memecahkan kaca, meruntuhkan bangunan bahkan berdampak serius pada kesehatan kaum rentan?

Nalar expert:
Toa masjid memakai frekuensi mid-high (tengah-atas) sehingga fokus pada kejernihan vokal. Ia diletakkan di tempat tinggi sehingga meskipun desibelnya tinggi bisa di atas 100 desibel di depan Toa, tapi di permukaan tanah menurun drastis sehingga aman. Klaim bahwa toa masjid mencapai 140–150 dB hanya terjadi jika alat pengukur ditempelkan tepat di depan corong speaker di atas menara. Begitu suara mencapai tanah atau rumah warga, volumenya sudah turun drastis (biasanya tersisa sekitar 70–80 dB). Sebagai catatan, suara 150 dB setara dengan suara mesin jet lepas landas dari jarak dekat dan bisa langsung merobek gendang telinga manusia secara instan. Jelas tidak pernah ada kejadian semacam ini akibat Toa Masjid.

Sedangkan Horeg memakai frekuensi rendah (Bass/Subwoofer) serta diputar di bawah sehingga menggetarkan kaca rumah, merontokkan plafon, dan membuat dada terasa sesak/bergetar. Getaran basnya bisa merambat lewat tanah dan tembok hingga radius ratusan meter, berbeda dengan Toa yang merambat melalui udara dan melemah ketika terhalang tembok.

Secara angka murni (dB), suara apa pun bisa dipaksa mencapai angka yang tinggi jika diukur tepat di sumbernya. Namun secara realitas dampak, sound horeg jauh lebih bising dan destruktif bagi lingkungan sekitar dibandingkan dengan toa masjid karena faktor kekuatan subwoofer (bas) dan durasi operasionalnya yang panjang.

Nalar Ahli fikih:
Suara nyaring pada asalnya mubah (boleh). Ia menjadi Sunnah apabila dipakai untuk hal-hal positif semisal alat syiar agama, selama penggunaannya proposional (tidak merusak), misalnya azan dan shalawatan. Dan ia menjadi haram bila digunakan untuk hal-hal negatif seperti syiar kefasikan, sepaket dengan pertunjukan maksiat dan minuman keras, apalagi bila sampai menimbulkan daya rusak pada tubuh menurut para ahli di bidangnya.

🤡Nalar goblok:
Sound Horeg sama saja dengan Toa Masjid. Kalau yang horeg dipermasalahkan, maka Toa juga sama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *