TV RODJA, TERMASUK BID`AH-NYA KAUM WAHHABI YANG TIDAK ADA DI JAMAN NABI

✍️ KH. Luthfi Bashori

Melihat TV adalah tergolong amalan bid`ah, dalam pengertian karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW dan para salaf. Namun, kali ini kaum Wahhabi yang selalu mempromosikan diri sebagai kelompok anti bid`ah, justru terjebak oleh perbuatan bid`ah menurut definisi mereka sendiri, karena banyaknya keterlibatan tokoh-tokoh Wahhabi Indonesia dalam memunculkan amalan bid`ah dengan mengudaranya TV Rodja.

Acara-acara yang ditayangkan oleh TV Rodja, memang tampaknya menyerupai pengajian dan majelis ta`lim mencari ilmu agama, namun hakikatnya jika diteliti, adalah upaya kaum Wahhabi dalam menyesatkan aqidah umat Islam Indonesia.

Bagaimana tidak, warga mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut Ahlussunnah wal Jamaah bermadzhab Syafi`i, sedangkan isi acara yang ditayangkan TV Rodja adalah murni ajaran Wahhabi penganut Muhammad bin Abdul Wahhab Annajdi.

Anehnya, mereka malu disebut kaum WAHHABI, padahal tokoh Wahhabi, Bin Baz sendiri menyatakan:

“Wahhabi adalah kelompok yang berasal dari Najd”

يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟
هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه؛ لأنه دعا إلى الله عز وجل في النصف الثاني من القرن الثاني عشر

Seseorang bertanya kepada Syaikh:
“Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahhabi [Wahhabiyyah], adakah Anda ridho dengan nama tersebut ?
Dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan Anda dengan nama tersebut ?”

Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut :
“Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejd [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, karena dia berdakwah di akhir abad 12 Hijriyah.”

Lalu beliau melanjutkan:
فهو لقب شريف عظيم
“Dan itu adalah nama yang sangat mulia nan agung.”

Jadi, menurut Syaikh bin Baz, Wahhabi adalah nama yang sudah masyhur digunakan sebagai nama untuk kelompok yang mengikuti pendapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd, di Jazirah Arab.

(Jadi, yang terbaik panggilannya bukan Salafi tapi Wahhabi, dan ini sesuai dengan sejarah yang disebut dalam buku FITNATUL WAHHABIYAH/Fitnahnya Kaum Wahhabi, karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *