AYOO REKAN ASWAJA, YANG RAJIN BERTAWASSUL DI KUBURAN ORANG SHALEH, MUMPUNG BULAN SUCI RAMADHAN
✍️KH. Luthfi Bashori
Saya berikan dalil dari PARA SALAF, tentang bolehnya bertawassul melewati orang-orang shaleh baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Jadi gak usah dengarin omongan orang-orang yang anti TAWASSUL. Kerjakan saja, dan perhatikan… mereka yang sakit hati saat melihat kita bertawassul, biarkan mereka MATI membawa kedengkian
قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ
“Katakanlah: Matilah kalian dalam kemarahan (kedengkian) kalian itu.” (QS. Ali ‘Imran, 119).
Riwayat dari Shahabat Nabi SAW tentang bolehnya Bertawassul di kuburan Nabi ﷺ setelah beliau wafat. Imam ath-Thabarani meriwayatkan dalam kitab al-Mu‘jam al-Kabîr:
أَنَّ رَجُلًا كَانَ يَأْتِي قَبْرَ النَّبِيِّ ﷺ فَيَقُولُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَسْتَسْقِي اللَّهَ بِكَ. فَيُسْقَوْنَ
Ada seorang laki-laki yang datang ke kuburan Nabi ﷺ lalu berkata:
“Wahai Rasulullah, aku bertawassul kepada Allah dengan engkau, agar diturunkan hujan.”
Maka mereka pun diberi hujan.
📌 Riwayat ini dinilai hasan oleh banyak ulama hadits seperti al-Hafizh al-Haytsami dalam Majma‘ az-Zawâ’id.
Kisah Sayyidina Bilal bin Harits al-Muzani (Shahabat Nabi). Dalam kitab al-Muwaṭṭa’ Imam Malik dan juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi:
Saat Madinah dilanda kemarau, shahabat Bilal bin Harits datang ke kuburan Nabi ﷺ dan berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ اسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ
“Wahai Rasulullah, mohonkanlah hujan untuk umatmu.” Malamnya Rasulullah ﷺ datang dalam mimpinya dan berkata: “Sampaikan kepada Umar bahwa hujan akan turun.”
📌 Shahabat Umar bin Khattab tidak mengingkari perbuatan shahabat Bilal ini.
Para ulama Salaf juga membolehkan Tawassul.
🔹 Imam Malik (Imam Madzhab):
Ketika Khalifah Abbasiyah bertanya: “Aku berdoa menghadap kiblat atau menghadap kuburan Nabi ?”
Imam Malik menjawab: “Mengapa engkau memalingkan wajahmu dari Nabi ? Beliaulah wasilahmu (tempat Tawassulmu) kepada Allah.” (diriwayatkan oleh al-Qadhi Iyadh).
🔹 Imam Ahmad bin Hanbal:
Beliau membolehkan Tawassul kepada Nabi ﷺ bahkan setelah wafat, sebagaimana dinukil oleh murid-muridnya.
Inti pemahaman Salaf:
Salaf tidak menganggap Tawassul kepada mayit itu syirik, karena:
- Yang diminta tetap Allah
- Nabi atau wali hanya sebagai wasilah (perantara kemuliaan)
- Yang dilarang oleh Salaf adalah:
❌ Meminta langsung kepada mayit seolah si mayit yang memberi sendiri
❌ Menyembah atau meyakini mayit punya kekuatan ilahi
🔑 Kesimpulan
✔️ Tawassul kepada Nabi atau orang saleh yang sudah wafat:
➡️ Ada dalil dan praktik di kalangan Para Shahabat & Para Salaf
➡️ Diterima oleh Imam Malik, Ahmad, al-Baihaqi, ath-Thabarani, dll.
❌ Yang dilarang adalah menyembah kuburan, meminta langsung kepada mayit dengan meyakini bahwa para mayit itu berkuasa sendiri untuk memberi orang yang bertawassul, bukan dari kehendak Allah.
👇👇👇
SARAN KHUSUS UNTUK WARGA ASWAJA:
KALO KALIAN MERASA GAK COCOK TERHADAP KOMENTAR NETIZEN, HAPUS & BLOKIR SAJA AKUN ABAL-ABAL YANG KOMENTARNYA NEGATIF & MENYERANG PEMBAHASAN ILMIAH DI AKUN KALIAN.
AKUN KALIAN ADALAH MILIK KALIAN BUKAN MILIK KOMENTATOR, KALIAN BEBAS MENENTUKAN SIKAP
النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيمَانِ
KEBERSIHAN ITU TERMASUK DARI IMAN
BERSIHKAN SAJA AKUN KALIAN DARI SAMPAH CACI MAKI, HUJATAN DAN ANTI AMALAN WARGA ASWAJA, INSYAALLAH BERPAHALA !!!
