Muktamar NU 2026, Gus Aam Usulkan 24 Kriteria Pemimpin PBNU

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Gus Aam Wahib Wahab menyerukan pentingnya mengembalikan marwah dan martabat organisasi melalui pemilihan pemimpin yang memenuhi kriteria kepemimpinan yang kuat secara keilmuan, moral, dan organisatoris.

Gus Aam Wahib Wahab, putra almarhum KH M. Wahib Wahab, mantan Ketua GP Ansor, mantan Komandan Hizbullah Jawa Timur, dan mantan Menteri Agama RI, sekaligus cucu almaghfurlah KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama, menyampaikan pandangannya dalam rilis tertanggal 15 Juni 2026.

Menurutnya, Muktamar ke-35 harus menjadi momentum strategis untuk menyelamatkan NU dari berbagai tantangan yang dihadapi organisasi serta mengembalikan NU kepada visi perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Khittah 1926.

Bacaan Lainnya

“Demi menyelamatkan NU dari paham selain Ahlus Sunnah Wal Jamaah, demi mengembalikan NU kepada visi perjuangan Ashabul Haq Wal Adl, serta mengembalikan marwah dan martabat NU, maka diperlukan kepemimpinan yang memenuhi kriteria yang tepat,” ujar Gus Aam.

Ia menilai momentum satu abad NU pada tahun 2026 harus dimanfaatkan untuk melahirkan kembali kebangkitan NU dan ulama. Karena itu, Muktamar ke-35 tidak boleh dipandang sekadar sebagai ajang pergantian kepemimpinan.

Menurut Gus Aam, muktamar harus menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi, sekaligus menjadi ruang muhasabah, rekonsiliasi, dan konsolidasi seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

Selain itu, muktamar juga harus menghasilkan agenda besar organisasi untuk jangka panjang, yakni 25 hingga 50 tahun ke depan.

“Muktamar ke-35 harus menjadi momentum kebangkitan NU dan ulama. Semua pihak harus menempatkan kepentingan Jam’iyah Nahdlatul Ulama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.

Dalam rilis tersebut, Gus Aam mengungkapkan bahwa berbagai kalangan, mulai dari kiai, gus, habaib, akademisi, pengusaha hingga purnawirawan, menginginkan lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa NU memasuki abad kedua dengan lebih kuat dan berwibawa.

Untuk itu, ia mengusulkan dua belas kriteria bagi calon Rais Aam dan dua belas kriteria bagi calon Ketua Umum PBNU.

Untuk calon Rais Aam, kriteria yang diajukan antara lain berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memiliki kealiman dalam ilmu agama, bersikap adil dan tawadhu, wara’ dan zuhud, memiliki integritas moral yang tidak diragukan, berpengaruh di tengah umat, serta memiliki kapasitas keilmuan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan persoalan umat dan bangsa.

Selain itu, calon Rais Aam juga harus memiliki rekam jejak yang bersih dari indikasi tindak kejahatan, memahami prinsip-prinsip dasar perjuangan NU, dan mampu memilih pemimpin yang memiliki kemampuan organisasi dan penggerakan umat.

Sementara untuk calon Ketua Umum PBNU, Gus Aam menekankan pentingnya integritas, moralitas, visi strategis, kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta dedikasi penuh untuk mengabdi kepada Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, Ketua Umum PBNU harus mampu memadukan visi jangka panjang, integritas moral, dan kapasitas eksekusi, sehingga dapat membawa NU tidak hanya sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi kekuatan peradaban dunia yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan bekerja sama secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, demi mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga nahdliyin.

Gus Aam berharap Muktamar ke-35 menjadi titik awal kebangkitan NU pada abad keduanya serta melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga cita-cita para muassis atau pendiri organisasi.

“Muktamar ke-35 harus menjadi forum penyusunan agenda besar Nahdlatul Ulama untuk masa depan. Inilah saat yang paling tepat untuk melahirkan kembali kebangkitan NU dan ulama bertepatan dengan usia satu abad Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Jakarta Satu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *