Penyair Ulung, Berikut Karya Habib Sholeh Tanggul yang Paling Terkenal

Penyair Ulung, Berikut Karya Habib Sholeh Tanggul yang Paling Terkenal

Habib Sholeh bin Mushin Al Hamid merupakan Wali Qutub yang semasa hidupnya berdakwah di Tanggul Jember, Jawa Timur.

Habib Sholeh dikenal sebagai sosok yang dermawan dan memiliki karomah sebagai seorang wali. Selain itu Habib Sholeh juga disebut sebagai keturunan ke 39 Nabi Muhammad SAW dari Hadramaut, Yaman.

Habib Sholeh gemar melantunkan syair-syair pujian kepada Allah SWT. Bahkan Habib Sholeh dikenal sebagai seorang sastrawan yang pandai merangkai syair.

Rangkaian syair karyanya kemudian dikumpulkan oleh salah satu muridnya bernama Ustadz Abdullah Zahir.

Kumpulan karya Habib Sholeh Tanggul diberi tajuk “Diwan Al-Isyqi Was- Shofa Fi Mahabbati Al Habib Al Musthofa” (Antologi Asmara Nan Suci tentang Cinta Nabi Terkasih Al-Musthofa).

Terdiri dari 59 halaman dengan 105 qasidah dengan tema pembahasan yang berbeda-beda setiap qasidah.

Karya syair Habib Sholeh memiliki tingkatan sastra yang sangat tinggi. Sebab Habib Sholeh menggunakan syair arab model Assyi’rul Humaini yaitu sejenis puisi rakyat Yaman.

Bahkan beberapa keluarga, ulama dan ahli bahasa mengaku kesulitan dalam menerjemahkan syair tersebut.

Qasidah Ya Ahla Baitin Nabi merupakan qasidah Habib Sholeh yang cukup terkenal dan sering dilantunkan oleh para munsyid.

Syair tersebut mengajak untuk merenungkan tentang keberkahan dan keutamaan mencintai para ahli bait Rosulullah SAW.

Yaa ahla baitin nabii – Yaa ahlash shafaa wal munaa-jah

Ba-khat man habbakum – Yadz-far bimaa qad tamannaah

Fii ri-dlaa rabbi yam-syii – Fii shabaa-hah wa mamsaah

Baa yuhash-shil ma-thaa-libuh – Wa maa kan yurjaah

Kullu man habbakum – Yahnaah yahnaah yahnaah

Bisy syafaa’ah minal mukh-taar – Fii yaum luq-yaah

Maa khalaq rabbunaa – Dzal kaun laulaah laulaah

Raa-yat had fil madii-nah – Ya’takif fii mu-shallaah

Ad-rik ad-rik ‘alaa man – Fii qa-shii-dah wa magh-naah

Wa alif shalluu ‘alaa man – Habbahullah wa sammaah

Khaa-timir rusul man ‘allamuh – ‘Ilmah wa asmaah

Sayyidir rusul maqbuu-lud – Du’aa” ‘inda maulaah

Sayyidir rusul maqba-lud – Du’aa” ‘inda maulaah

Artinya:

Wahai Ahli bait Nabi Muhammad, yang bersih hatinya serta sering bermunajat

Beruntunglah orang yg mencintai kalian, akan mendapat apa yang ia cita-citakan

Di bawah naungan ridlo Tuhan ia berjalan siang dan malam

Akan mendapat segala hajat dan apa yang ia harapkan

Tiap orang yang mencintai kalian akan sungguh beruntung sangat beruntung

Beruntung mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW pada hari bertemu dengan beliau nanti

Beliau duduk di samping telaga kautsar untuk memberi minum pada para pencinta beliauAir kautsar begitu murni, tawar dan jernih tiada berubah selamanya, betapa manis dan lezatnya

Air kautsar beliau SAW kekasih hati. Demi Allah tidak akan aku lupakan kekasih hatiku Saw.

Pemimpin segala Rasul pasti maqbul doanya di sisi Tuhannya

(Semua Nabi di hari kiamat berkata: Aku ingin menyelamatkan diriku, hanya diriku. Sedang Nabi muhammad berkata: Aku yang akan memberi syafa’at pada ummatku)

Tidak akan Allah ciptakan alam semesta ini kalau bukan karena beliau Saw.

Beruntunglah orang-orang yang i’tikaf, diam di tempat Masjid Nabawi

Bacalah olehmu ribuan sholawat pada beliau yang dicintai Allah dan disebut-Nya

Penutup pangkat kerasulan dan kenabian. Dan juga diberi oleh Allah ilmu-Nya dan segala Asmaa’-Nya kepada beliau Saw..

Sumber :

Halo Jember

Pos terkait