Fenomena viralnya Ustadzah virtual disosmed terutama platform tiktok dan instagram, menjadi gambaran bagaimana perkembangan teknologi kecerdasan buatan mulai memasuki ranah keagamaan.
Berkat visual, ekspresi, dan suara yang sangat realistis, akun Nia Hajar tersebut berhasil menarik perhatian publik hingga mengumpulkan lebih dari 1 juta pengikut dan 12 juta tanda suka (likes) dalam waktu singkat.
Dalam tradisi Islam, dakwah bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga merupakan amanah profetik yang membutuhkan proses pembelajaran, sanad keilmuan, keteladanan, serta tanggung jawab moral.
Merespon hal ini KH. Luthfi Bashori dalam podcast di channel YouTube nya mengatakan, sanad adalah silsilah ke ilmuan dari guru, gurunya guru, kegurunya lagi hingga sampai ke AL Quran dan Hadist, oleh sebab itu belajar kepada udztazah ai yg sanadnya tidak jelas maka akan sangat berbahaya, meski akun itu viral tapi belum tentu benar, karena viral dan dikuti banyak followers belum tentu pengikutnya organik ( asli ), bisa jadi beli, ilmu itu bisa dikatakan benar jika ajarannya sesuai syariat yang merujuk pada Alquran, Hadist, Ijma dan Qiyas, Ujarnya.
Sebagai dasar pemahaman KH. Luthfi Bashori mengutip Hadis Nabi : “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي) diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari sahabat Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu.
Untuk menguatkan bahwa sanad keilmuan itu begitu penting KH. Luthfi Bashori juga mengutip Imam Besar dari generasi Tabi’in yaitu Muhammad Bin Sirin yang mengatakan:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.
https://youtu.be/bOU-dgPtUxE?si=nsVFF-jaJk13GFGk
KESIMPULAN
Teknologi Ai dalam urusan Agama tidak mengenal konsep ketersambungan guru keilmuan (sanad) serta tanggung jawab moral secara pribadi.
AI juga tidak akan pernah mampu menggantikan peran mubaligh, kiai, maupun Ulama sampai kapanpun.
AI Justru sangat Berbahaya jika dikelola oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ( misal iklan produk yang sebenarnya sang Ulama tersebut tidak pernah melakukan hal itu ), atau dipakai oleh musuh musuh islam untuk melemahkan Islam dengan fatwa fatwa palsu.
Prank AI ustadzah ghaib dunia maya ini, membuat orang orang yang mengikutinya diplatform tiktok maupun instagram mendoakan dikolon komentar supaya nia hajar sehat panjang umur dan macam macam selayaknya manusia.
Untuk diketahui sampai saat ini belum diketahui pemilik asli Akun Nia Hajar tersebut.
