Rasulullah Memerangi Mereka Yang Melecehkan Kehormatan Muslimah

Saatnya Muslim Bersatu

Sebuah kisah tentang ghirah, kehormatan Muslimah, dan keberanian Pemuda Muslim membela seorang Muslimah yang dizalimi pada masa Rasulullah ﷺ.

ketika seorang Muslimah belanja di pasar mereka, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya.

Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui, sehingga ketika dia berdiri, tersingkaplah aurat wanita tersebut diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya.

Wanita itu berteriak, kemudian salah seorang sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya.

Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, Baginda Rasulullah langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera kepada Hamzah bin Abdul Muththalib.

Lalu mereka menuju Bani Qainuqa’. Ketika melihat kedatangan kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka.

Pasukan Rasulullah ﷺ mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzul Qa’idah tahun ke-2 Hijriyah.   

Akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan melanda mereka. Lalu mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah ﷺ.   

Abdullah bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunafikannya membujuk Rasulullah ﷺ agar tidak membunuh mereka. Rasulullah ﷺ akhirnya mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak tinggal berdampingan dengan kaum Muslimin.   

Demikianlah kisah yang dinukil oleh Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya.

Sebuah peristiwa yang memperlihatkan betapa seriusnya Islam dalam persoalan menjaga kehormatan seorang Muslimah.

Wanita itu bukanlah tokoh terkenal. Namanya bahkan tidak disebutkan dalam riwayat.

Laki-laki Muslim yang membelanya pun tidak disebutkan namanya.

Namun, kisah mereka tetap dinukil dalam lembaran sejarah Islam.

Lalu, bagaimana dengan kita hari ini?

Saatnya Muslim Bersatu

Sudah semestinya semua umat Muslim Bersatu, dari tokoh Ulamanya, santrinya, tokoh masyarakatnya, sampai pemegang amanah kekuasaan semuanya wajib memiliki kepedulian yang besar terhadap kehormatan serta hak-hak wanita Muslimah.

Ketika seorang Muslimah mengalami penghinaan, pelecehan, atau dipaksa meninggalkan pakaian yang diyakininya sebagai kewajiban agama, ia berhak mendapatkan perlindungan dan pembelaan seadil adilnya.

اللَّهُمَّ احْفَظْ نِسَاءَ الْمُسْلِمِينَ، وَاسْتُرْ عَوْرَاتِهِنَّ، وَصُنْ كَرَامَتَهُنَّ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *