Ulama Nonton Konser

KOMENTAR DI POSTINGAN SAYA:
Konser Musik Non Religi (Itu Tempatnya Maksiat)

ANS UHA:
Pemilik akun: https://www.facebook.com/share/1ByDs8pMwM/

Apakah ini maksudnya jenengan yang dilakukan Gus K itu yai?? karena gini yai, tanpa mengurangi rasa hormat, usahakan yg objektif yai. Langsung sebut namanya saja, biar orang-orang pada tahu.. misal Gus A sebagai bentuk nahi Munkar tidak pilah pilih. Kalau maksiat, ya maksiat. kalau Kyai A/Gus A maksiat, bilang dengan lantang yai. biar jelas kemungkarannya

Jenengan kan sering nyebut gol. Sebelah lansung pakai nama kalau mereka berulah/nyeleweng dari syariat. Tapi kalau kyai/Gus yg nyatanya tenar/terpampang jelas nama serta kepribadiannya, mbok ya (nunsewu yai) harus diingatkan, tetep harus tegakkan nahi Munkar, si A salah, lansung… Seperti halnya yg kita pelajari di pesantren, terkait beberapa ghibah yg boleh bahkan dianjurkan.. jika ada tokoh/guru yg nyeleweng, ya kita bilang “orang itu, sebut namanya, itu sesat! jgn dituru” nah ini bisa meminimalisir kemungkaran kedepannya

Karena yai, amar makruf nahi Munkar itu tidak mengenal golongan. Ngapunten yai, dan tentunya jenengan lebih tahu. Jgn takut kehilangan ketenaran/pengikut yai.

Semoga jenengan dikuatkan yai dan selalu dalam lindungan Allah

Menyebut Golongan Sekte Sesat, sudah sering saya lakukan secara umum dan tidak menyebut nama perorangan, seperti saya sebut WAHHABI, SYI’AH, LIBERAL, tapi kalo ada pengikutnya merasa “tersinggung/terpukul” itu urusan masing-masing, demikian juga saya sudah sering ber-nahi mungkar di kalangan NU/Aswaja dengan mengingkari PERILAKU OKNUM-nya, tanpa saya sebutkan nama, tapi kalau ada oknum atau pengikut oknumnya yg merasa tersinggung, itu urusan masing-masing.

LUTHFI BASHORI:

Yang terpenting saya hanya berusaha untuk menyampaikan dalil syariat (Alquran, Hadits, Ijma & Qiyas para ulama, atau pendapat tokoh Aswaja yang dapat dijadikan rujukan umat).


(KECUALI PADA KASUS² TERNTENTU)

fb KH. Luthfi Bashori