KH. Luthfi Bashori
Definisi seorang mukmin itu menurut Rasulullah SAW antara lain adalah: Engkau beriman kepada Allah, malaikat- malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul- rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.
Sedangkan dalam Al-Quran disebut yang artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS. al-Anfal: 2-4).
Jika ada seorang mukmin yang benar-benar berpegang teguh dalam keimanannya, lantas ia meninggal dunia, maka akan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Tiada suatu perumpamaan pun yang patut aku gambarkan mengenai keadaan seorang mukmin yang keluar dari dunia (meninggal) kecuali seperti seorang bayi yang keluar dari rahim ibunya, yaitu dengan melalui jalan keluarnya dan dari kegelapan rahim menuju ke dunia yang terang.” ( HR. Imam Hakim ).
Perumpamaan yang tepat bagi orang yang benar-benar beriman bila ia meninggal dunia, sama dengan bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Ia keluar dari kegelapan menuju alam yang terang benderang. Begitu pula halnya orang mukmin, jika ia meninggalkan dunia bagaikan meninggalkan penjara gelap menuju ke alam kebahagiaan yang kekal baginya.
WAFATNYA SEORANG MUKMIN
