BIOGRAFI KH. LUTHFI BASHORI
(Tokoh NU Garis Lurus)

BIOGRAFI KH. LUTHFI BASHORI
(Tokoh NU Garis Lurus)



KH. Luthfi Bashori adalah seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU), da’i, penulis, dan pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al-Murtadla di Malang, Jawa Timur. Beliau dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang konsisten menyerukan agar NU kembali berpegang teguh kepada ajaran para muassis (pendiri), terutama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Dalam berbagai ceramah, tulisan, dan kajian ilmiah, KH. Luthfi Bashori banyak membahas persoalan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, fikih bermadzhab, tasawuf yang sesuai syariat, serta berbagai isu keumatan dan kebangsaan dari perspektif Islam.

Beliau juga aktif menulis buku dan artikel keislaman, menjadi narasumber di berbagai forum, serta berdakwah melalui media sosial dan kanal digital.

Gaya dakwahnya dikenal lugas, argumentatif, dan banyak mengutip dalil Al-Qur’an, hadits, serta kitab-kitab ulama klasik.

Istilah “NU Garis Lurus” yang sering dikaitkan dengan beliau merupakan nama yang diberikan oleh kalangan wartawan media, sebagai aktifis gerakan pemikiran yang mengajak warga NU untuk kembali kepada prinsip-prinsip dasar Nahdlatul Ulama sebagaimana diwariskan oleh para ulama pendiri.

Gerakan ini menekankan pentingnya menjaga akidah Asy’ari-Maturidi, fikih empat madzhab (khususnya Madzhab Syafi’i), serta tasawuf bersyariat yang bersumber dari para ulama Ahlussunnah wal Jamaah seperti Imam Junaid Albaghdadi, Imam Alghazali, Alhabib Abdullah Alhaddad, dsb.

Melalui dakwah, pendidikan pesantren, dan karya tulisnya, KH. Luthfi Bashori terus berupaya memberikan kontribusi dalam pembinaan umat, penguatan tradisi keilmuan Islam, serta pelestarian nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.

Biodata pribadi:

Nama: KH. Luthfi Bashori
Tempat, tanggal lahir: Singosari, Malang, 5 Juli 1965
Orang tua: KH. M. Bashori Alwi dan Hj. Qomariyah binti Abdul Hamid.

Riwayat Pendidikan:
– Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Singosari (1972–1979).
– SMP Negeri 1 Singosari (1979–1982).
– Ma’had Darut Tauhid, Malang (1982–1983).
– Belajar di Ma’had As-Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki:
1. Madinah (1983–1986).
2. Makkah Al-Mukarramah (1987–1991), berguru kepada al-‘Allamah As-Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Al-Hasani (Makkah) dan Alhabib Zein Bin Ibrahim Bin Smith (Madinah), serta para masyayekh lainnya.

Aktivitas:
– Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al-Murtadla Al-Islami, Singosari, Malang.
– Pengasuh Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari.
– Pernah menjabat Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kabupaten Malang dua periode.
– Pernah menjabat Wakil Rais Syuriah NU di Kecamatan Singosari dua periode.
– Aktif berdakwah melalui ceramah, seminar, kajian ilmiah, khutbah Jumat, safari dakwah, pengasuh majelis ta’lim serta media digital.
– Aktif menulis buku, makalah, dan artikel keislaman.
– Pernah menjadi fungsionaris di berbagai organisasi dan forum keislaman, seperti Forum Ulama dan Umat Islam (FUUI), Haiah Asshofwah Almalikiyah, Dewan Imamah Nusantara (DIN), Forum Silaturrahim Peduli Syariat (FSPS), dan lainnya.

Karya Tulis:
– Al-Qur’an Versi Syi’ah
– Bedah Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari.
– Presiden Wanita dalam Wacana Hukum Islam.
– Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat.
– Dialog Sunni & Wahhabi
– Jaga Aqidahmu
– Jaga Akhlaqmu
– Musuh Besar Umat Islam.
– 300 Quotes Islami.
– Serta ribuan artikel pendek islami dan makalah dakwah yang tersimpan di Webset Pejuang Islam (www.pejuangislam com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *