Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (10/4).
Dalam giat penindakan tersebut, tim penindakan KPK dikabarkan menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Ada 15 orang lainnya yang turut diamankan KPK dari kegiatan OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
“Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (10/4/2026).
Dalam OTT tersebut, KPK memgamankan Bupati Tulungagung periode 2025-2030 Gatut Sunu Wibowo bersama 15 orang lainnya. Namun, Budi belum merinci identitas ke-15 orang yang dimaksud.
“Dimana Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” kata Budi.
“Kami menunjukkan uang tunai senilai Rp 335 juta dan juga empat pasang sepatu dan ini informasi nilainya mencapai Rp129 juta,” kata
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan bahwa GSW diduga meminta uang ke sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, dengan total Rp5 miliar, dengan realisasi uang yang telah diterima GSW sebesar Rp2,7 miliar.
“Dari Rp2,7 miliar itu, termasuk uang tunai sitaan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak Rp335,4 juta,” katanya.
Menurut dia, uang itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk pembelian sepatu, berobat, jamuan makan dan keperluan pribadi lainnya yang juga dimintakan atau dibebankan pada anggaran di OPD.
“Uang tersebut juga digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pemkab Tulungagung,” katanya.
Atas perbuatannya, GSW dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sepintas Karier Politik Sang Bupati
Karier politiknya mulai menonjol saat ia terpilih sebagai Wakil Bupati Tulungagung mendampingi Maryoto Birowo pada periode 2021-2023. Saat itu juga dia lulus S2 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan mendapat gelar Magister Ekonomi. Dalam perjalanannya, Gatut sempat diusung oleh PDI Perjuangan sebelum kemudian bergabung dengan Partai Gerindra.
Menjelang Pilkada 2024, dinamika politik membuatnya tidak lagi diusung oleh PDIP. Ia kemudian bergabung dengan Partai Gerindra. Gatut saat ini merupakan kader Partai Gerindra, hal itu sebagaimana terlihat dalam profil Instagram pribadinya
Periode Ke 2 Petarungan Pilkada Tulungagung sang bupati berhasil memenangkan kontestasi dengan suara 50,7 persen, kemudian dilantik sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030.
