Rusia Beri Data Target, China Disebut Mulai Dukung Iran

Rusia dilaporkan memberikan bantuan intelijen kepada Iran berupa citra satelit dan informasi penargetan militer yang dapat digunakan untuk menyerang posisi Amerika Serikat di Timur Tengah.

Laporan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi meluas ke kawasan regional. Anadolu melaporkan, Ahad (8/3).

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa data intelijen yang diberikan Rusia mencakup informasi mengenai lokasi kapal perang, pesawat militer, dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Informasi tersebut dinilai dapat membantu Iran meningkatkan akurasi serangan rudal dan drone terhadap target yang dianggap terkait dengan operasi militer Washington.

Selain dukungan Rusia, China juga disebut mulai menunjukkan tanda-tanda membantu Iran, meskipun secara tidak langsung. Beberapa laporan menyebut Beijing dapat memberikan dukungan finansial, suku cadang, serta komponen yang berkaitan dengan sistem persenjataan dan teknologi militer Teheran.

Pengamat militer juga menyoroti peran teknologi satelit dalam konflik tersebut. Sejumlah perusahaan teknologi luar angkasa China dilaporkan mampu memantau pergerakan aset militer Amerika Serikat di kawasan menggunakan citra satelit resolusi tinggi, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi posisi pesawat atau kapal perang.

China selama ini dikenal sebagai mitra ekonomi utama Iran, terutama dalam sektor energi. Beijing merupakan salah satu pembeli terbesar minyak mentah Iran dan memiliki kepentingan strategis menjaga stabilitas jalur perdagangan energi di kawasan, termasuk di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Keterlibatan Rusia dan kemungkinan dukungan China terhadap Iran dinilai sejumlah analis dapat memperumit konflik yang sedang berlangsung. Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi berubah menjadi konflik geopolitik yang lebih luas dengan melibatkan kekuatan besar dunia. []

Minanews

Pos terkait