ULAMA & UMAT RASULULLAH SAW
KH. Luthfi Bashori
Wali Songo dan para sayyid/habaib dari Hadramaut sama-sama berperan besar dalam penyebaran Islam di Nusantara melalui dakwah yang damai, pendidikan, dan akhlak.
Sejumlah anggota Wali Songo memiliki hubungan nasab atau jaringan keilmuan dengan keluarga-keluarga sayyid/habaib yang berasal dari Hadramaut, meskipun tidak semua Wali Songo berasal dari Ba’alawi.
Dalam perkembangan Islam di Nusantara, para habaib Ba’Alawi yang datang pada abad-abad berikutnya banyak melanjutkan tradisi dakwah yang telah dirintis para Wali Songo, mendirikan pesantren, majelis taklim, dan menyebarkan mazhab Syafi’i serta akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Banyak ulama NU memandang Wali Songo dan para habaib Ba’Alawi sebagai dua kelompok yang sama-sama berjasa dalam dakwah Islam di Indonesia, bukan sebagai pihak yang saling bertentangan.
Banyak karya ulama Ba’alawi yang telah menjadi bagian dari tradisi keilmuan pesantren dan majelis di Nusantara, khususnya dalam fikih Syafi’i, tasawuf, akhlak, di antaranya:
Ilmu Fikih di kalangan pesantren & majelis NU:
Safinatun Najah – Sayyid Salim bin Sumair al-Hadhrami.
Sullam at-Taufiq – Habib Abdullah bin Husain bin Thahir.
Bughyatul Mustarsyidn – Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain al-Masyhur.
Al-Yaqut an-Nafis – Sayyid Ahmad bin Umar asy-Syathiri.
Is’adur Rafiq (syarah Sullam at-Taufiq) – Sayyid Muhammad Nawawi, dll. (Catatan: kitab syarah yang masyhur di pesantren adalah karya ulama Hadramaut dan sering dipakai dalam kurikulum Syafi’iyyah.)
Ilmu Akhlak dan Tasawuf:
An-Naṣa’iḥ ad-Diniyyah – Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad.
Risalatul Mu’awanah – Habib Abdullah al-Haddad.
Ad-Da’wah at-Tammah – Habib Abdullah al-Haddad.
Al-Waṣaya – Habib Abdullah al-Haddad.







