Maraknya peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di wilayah Malang Raya, memicu keprihatinan mendalam dari kalangan ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Pendidikan Ilmu Quran (PIQ) Singosari, KH Luthfi Bashori Alwi, secara tegas mendesak pemerintah daerah, untuk lebih serius membentengi lingkungan masyarakat. Terutama di sekitar institusi pendidikan dan pesantren.
Saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (7/5/2026), KH Luthfi mengungkapkan kekhawatirannya, terhadap ancaman pergaulan negatif yang kian mendekat ke zona pendidikan.
Sekaligus meminta komitmen nyata Wali Kota Malang, dalam mengevaluasi perizinan gerai minuman beralkohol (minol) yang dianggap meresahkan warga.
Kisah Pilu Oknum Alumni: Terjerumus Narkoba
KH Luthfi membagikan sebuah kisah nyata, sebagai gambaran betapa rapuhnya benteng pertahanan anak muda, jika tidak didukung oleh lingkungan yang sehat.
Ia menceritakan, seorang oknum alumni pesantren yang terpengaruh pergaulan bebas dan kecanduan pil koplo, setelah terjun ke masyarakat.
”Oknum tersebut awalnya diberi gratis oleh teman-temannya. Begitu kecanduan, ia akhirnya membeli sendiri dan lupa akan nilai-nilai yang dipelajari di pesantren.”
“Hal ini membuktikan bahwa lingkungan yang kurang sehat, ditambah akses miras dan narkoba, yang hanya berjarak ratusan meter, bisa menggelincirkan siapa saja,” ungkap KH Luthfi dengan nada prihatin.
Ia menekankan, penguatan iman di dalam pesantren harus dibarengi dengan … dst.
Malang Pos
Resah Peredaran Miras dan Minol, Pengasuh Ponpes PIQ Singosari Desak Pemkot Malang Perketat Izin
