BERSAMA SYAIKH AL-ALBANI
KH. Idrus Ramli
Ada yang tidak percaya, bahwa Syaikh al-Albani, ahli hadits kaum Salafi-Wahabi seringkali kontradiksi dalam menilai suatu hadits, dalam kitab A dishahihkan, dalam kitab B didha’ifkan dan dalam kitab C dimunkarkan dan terkadang dimaudhu’kan. Berikut di antara contohnya.
Rasulullah SAW bersabda:
أبى الله أن يقبل عمل صاحب بدعة حتى يدع بدعته
“Allah menolak untuk menerima amal seorang pengikut bid’ah, sampai meninggalkan bid’ahnya.”
Hadits di atas, menurut al-Albani bernilai:
1) Shahih lighairihi, dalam komentar/ta’liq al-Targhib wa al-Tarhib juz 1, hal.86, terbitan Maktabah al-Ma’arif, Riyadh, tahuan 1424 H.
2) Dha’if dalam, ta’liq kitab Ishlah al-Masajid, karya al-Qasimi hal. 81, terbitan al-Maktab al-Islami, Beirut, tahun 1399 H.
3) Munkar, dalam Silsilah al-Ahadits al-Dha’ifah, juz 3 hal. 684, terbitan Maktabah al-Ma’arif, Riyadh tahun 1988.
Monggo, teman-teman pemerhati hadits berdiskusi. Wallahu a’lam…
#wahabi #salafi #salaf #syiah #liberal #aliransesat #hti #ldii #jt #nu #muhammadiyah #albani #ibntaimiyah @sorotan Dakwah Sunnah Dakwah NU
