Memprovokasi Serta Menghina UAS Dan UAH, Aktivis Wahabi Herry Prass Ciut Di Datangi Petarung MMA

Ramai beredar petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Bandung Yudi Cahyadi, petarung profesional yang berlaga di ajang Road to UFC itu datangi Herry Pras, sosok yang dikenal kerap sok jagoan di medsos, mengaku guru silat sekaligus aktivis aliran Wahabi.

Bacaan Lainnya

Dalam video yang beredar, Herry Pras disebut melontarkan sebutan tidak pantas kepada dua Guru Besar Ustadz Abdul Somad ( UAS ) dan Ustadz Adi Hidayat ( UAH ), dan menyebut keduanya sebagai “setan-setan bisu”. Tak hanya itu, Herry pras juga memprovokasi serta PLsesumbar menantang duel satu lawan satu hingga mati kepada yang membela UAS maupun UAH.

Yudi yang terpanggil karena kehormatan gurunya sudah direndahkan, mendatangi rumah Herry pras lalu menawarkan pertarungan di atas ring resmi maupun lokasi lain sesuai pilihan, sebagai respons atas tantangan Herry pras yang beredar.

Namun, pertemuan yang semula diperkirakan bakal berujung pada adu keberanian itu justru menghadirkan situasi berbeda. Herry Pras tidak menerima ajakan tersebut dan menyatakan penolakannya.

Menjadi perbincangan di media sosial, Polemik ini sekaligus kembali memantik perdebatan mengenai etika menyampaikan kritik, penghormatan terhadap ulama, serta tanggung jawab dalam melontarkan pernyataan provokatif di ruang publik.

Diketahui Sebelumnya Aktivis Wahabi Herryprass ini juga sering mengkritisi Ulama Ulama AhluSunnah Waljama’ah dengan tidak pantas, seperti KH. Idrus Ramli, Kyai Azzaim Ibrahimy, Gus Ajir bahkan Guru Besar sekelas Habib Umar Bin Hafizd Pengasuh Ponpes Dar-al Musthafa di Tarim juga tak luput dari celotehnya.

Tidak Menjadi Pelajaran

Mundur ke Agustus 2024, Herry prass sebelumnya juga pernah mendapat teguran keras dari murid murid KHR. Ahmad Azzaim Ibrahimy, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, karena menghina sang guru, kejadian itu berakhir damai dengan pernyataan maaf dari Herry pras dengan mendatangi surat bermaterai.

Fenomena ini menjadi pengingat, bahwa kebebasan berbicara harus diimbangi dengan etika dan adab dalam menyampaikan kritik serta tanggung jawab atas statement yang dilontarkan, sebab selain konsekuensi hukum ada pula reaksi masyarakat dan sanksi sosial yang wajib diperhitungkan.

https://nugarislurus.co/wp-content/uploads/2026/11/videoplayback.mp4
https://nugarislurus.co/wp-content/uploads/2026/11/videoplayback-1.mp4

Pos terkait